KRONJO – SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang kini berbenah menuju sekolah berbasis lingkungan atau sekolah Adiwiyata. Sejumlah upaya dilakukan pihak sekolah menuju sekolah dengan membentuk sekolah tertata apik, bersih, dan apik. Salah satu kegiatan pembenahan prasarana sekolah tersebut adalah dengan melakukan pengecatan tempat sampah, maupun penanaman pohon produktif dibeberapa titik. Kegiatan pengecatan maupun penanaman ini dilaksanakan oleh guru dan juga siswa. Kepala SDN Pagedangan Ilir 2, Jaziri mengatakan, keinginan menjadikan sekolah adiwiyata bukan baru sekarang, tapi sudah lama. Apalagi lokasi sekolah ini cukup mendukung dari segi keadaan alamnya. Jaziri berharap, peran para guru, murid, komite sekolah serta para orangtua murid dapat bersinergi dalam mengantar SDN ini menjadi sekolah berbasis lingkungan. Apalagi targetnya, bukan sekadar berupaya untuk juara tapi menumbuhkan kepada murid-murid bahwa keindahan, kebersihan, kenyamanan harus tercipta di sekolah ini, sehingga manfaat terbesarnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak. "Jadi ini juga termasuk edukasi dini kepada murid untuk mereka mampu belajar hidup bersih, sehat yang tentunya berimbas kepada kenyamanan dan ketenangan anak dalam belajar di sekolah. Dan kebiasaan hidup bersih dan sehat bisa diadopsi anak-anak untuk dilakukan di rumahnya juga," jelas Jaziri. Jaziri pun optimistis kegigihan para guru dan siswa serta sinergitas para orangtua murid dan komite, dapat mengantar SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2 menjadi sekolah Adiwiyata di Kabupaten Tangerang. Sementara itu, Kepala SDN Pagedangan Ilir 1, Emad, mengatakan, tujuan program Adiwiyata yakni menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah. Lebih jauh ia menjelaskan, pembelajaran diarahkan pada upaya pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Program Adiwiyata dikembangkan berdasarkan norma-norma dalam berperikehidupan. Seperti kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. “Pembentukan budaya memerlukan proses dan komitmen yang kuat. Dan kami sudah memulainya termasuk bersama dengan orangtua atau wali murid,” katanya. Menurut Emad, ada empat aspek yang menjadi perhatian sekolahnya dalam mengembangkan program Adiwiyata. Masing-masing kebijakan, kurikulum, kegiatan, dan sarana prasarana. Sehingga secara terencana pengelolaan aspek-aspek tersebut harus diarahkan pada indikator yang telah ditetapkan dalam program Adiwiyata. Untuk mewujudkan sekolahnya menjadi sekolah Adiwiyata, maka semua unsur yang ada harus terlibat aktif. Dengan adanya program ini maka diharapkan juga dapat menjadi pendidikan karakter kepada siswa untuk menjadi generasi yang mencintai dan peduli terhadap lingkungan. “Kami bahu-membahu membersihkan seluruh lingkungan sekolah, termasuk selokan di jalur jalan raya. Kegiatan ini akan rutin dilakukan, termasuk program kurangi sampah setiap hari,” ujar Emad. (mas)
SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2 Berbenah Menuju Sekolah Adiwiyata
Jumat 12-10-2018,04:22 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,20:08 WIB
Dewan Dukung Rencana Pembangunan Apartemen Buruh
Selasa 28-07-2026,21:14 WIB
Kemarau Terparah dalam Beberapa Dekade, BMKG Prediksi Kemarau Hingga September
Selasa 28-07-2026,21:45 WIB
Ciptakan Lingkungan Aman dan Ramah Anak, 20 Ribu Anak Kabupaten Serang Hadiri Puncak HAN
Selasa 28-07-2026,20:11 WIB
Kadis Kominfo Janji Benahi Sistem Digital
Selasa 28-07-2026,20:56 WIB
75 Persen Venue Porprov Bakal Pakai Swasta
Terkini
Selasa 28-07-2026,21:50 WIB
Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Linmas, Gelar Pembinaan Trantibum
Selasa 28-07-2026,21:48 WIB
Camat Gunung Kaler Gencarkan Korve Asri Setiap Jumat
Selasa 28-07-2026,21:47 WIB
Kecamatan Sukamulya Luncurkan Aplikasi 'Sibini'
Selasa 28-07-2026,21:45 WIB
Camat Pasar Kemis Gandeng Kodam Jaya, Normalisasi Sungai Cirarab
Selasa 28-07-2026,21:45 WIB