95 Peserta BLK Tangerang Langsung Kerja

Senin 26-10-2026,21:11 WIB
Reporter : Asep Sunaryo
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, JAYANTI — Pelatihan kerja yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Tangerang. Sebanyak 95 peserta program Balai Latihan Kerja (BLK) yang berkolaborasi dengan PT ADIS Balaraja dilaporkan terserap bekerja di perusahaan sepatu tersebut. Pola pelatihan berbasis industri ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempersempit kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana mengatakan, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Program tersebut juga sejalan dengan visi Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka pengangguran.

“Kita kolaborasi dengan perusahaan sepatu yaitu PT ADIS Balaraja dan alhamdulillah hampir 100 persen lulusannya langsung diserap sebagai pegawai di sana. Tentu ini sejalan dengan arahan dari Pak Bupati untuk peningkatan kompetensi masyarakat dan pengentasan pengangguran,” kata Rudi, Senin (26/10).

Berbeda dengan pelatihan yang hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas, program ini menempatkan peserta langsung di lingkungan industri. Mereka tidak sekadar mempelajari teori, tetapi juga berlatih menggunakan mesin dan mengikuti tahapan produksi yang diterapkan perusahaan.

Kepala UPTD BLK Disnaker Kabupaten Tangerang Bambang Dwi Purwanto mengatakan, pelatihan di PT ADIS dilakukan karena ruang kelas BLK sedang menjalani revitalisasi. Namun, kerja sama tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal proses kerja industri secara langsung.

“Pelatihan bisa digelar di kami, hanya saja, ruangan kelas untuk pelatihan ini sedang direvitalisasi. Jadi para peserta dilatih di PT ADIS. Para peserta kami yang seleksi dan pelatihan langsung di mesin PT ADIS Balaraja. Saya tegaskan juga hal ini gratis 100 persen,” tegas Bambang.

Sepanjang April hingga Agustus 2026, Disnaker bersama PT ADIS melaksanakan pelatihan dalam lima gelombang. Total peserta yang mengikuti program tersebut mencapai 95 orang.

Mereka dibekali keterampilan mengoperasikan mesin pemotongan bahan, penjahitan, assembling dan lasting, stockfit, hingga tahap finishing. Peserta juga dituntut memahami sejumlah proses produksi, sehingga keterampilan yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Bambang menjelaskan, setiap gelombang diikuti lebih dari 16 peserta. Seluruh proses pelatihan dilakukan langsung oleh pihak perusahaan dengan menggunakan mesin industri yang digunakan dalam produksi sepatu.

“Ada 16 orang lebih per gelombang dan sudah lima gelombang di tahun ini total 95 peserta dan alhamdulillah terserap 100 persen. Hanya satu orang mengundurkan diri karena menikah. Mereka dilatih oleh perusahaan langsung, satu orang harus bisa mesin pemotongan sampai finishing,” jelasnya.

Tingginya penyerapan peserta menjadi indikator awal bahwa pelatihan yang dirancang bersama industri dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan keterampilan pencari kerja. Peserta memperoleh pengalaman praktik, sedangkan perusahaan mendapatkan calon tenaga kerja yang telah mengenal proses produksi.

Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta yang diterima bekerja. Keberlanjutan pekerjaan, kesesuaian keterampilan dengan posisi yang ditempati, serta kepastian status dan kesejahteraan pekerja juga menjadi aspek penting untuk mengukur dampak program dalam jangka panjang.

Disnaker Kabupaten Tangerang berharap pola kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan bersama perusahaan lain. Dengan pelatihan yang disesuaikan kebutuhan industri dan pembiayaan yang tidak dibebankan kepada peserta, program BLK diharapkan menjadi salah satu jalur untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.(sep)

Kategori :