Kepala DisindagkopUKM Suli Rosadi Purna Tugas
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisindagkopUKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi memimpin apel pagi pegawai di lingkungan Puspemkot Tangerang, Senin (26/10). -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisindagkopUKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengenang perjalanan panjang kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) menjelang masa purnatugas pada akhir Oktober 2026. Berbagai pengalaman, mulai dari bertugas di kecamatan hingga memimpin organisasi perangkat daerah (OPD), menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya selama puluhan tahun.
Kenangan tersebut disampaikan Suli saat memimpin apel pagi pegawai di lingkungan Pusat Pemerintahan (Puspemkot) Tangerang, Senin (26/10). Apel itu sekaligus menjadi apel terakhirnya sebelum memasuki masa pensiun pada usia 60 tahun.
Di hadapan para pegawai, Suli memilih menceritakan perjalanan kariernya ketimbang membahas program maupun konsep pemerintahan. Ia mengungkapkan telah mengalami sekitar 14 kali mutasi selama menjalankan tugas sebagai abdi negara.
“Saya pertama kali tugas itu tahun 1989 di Kecamatan Pasar Kemis. Saat itu seragam masih putih. Pengalaman yang tidak saya lupakan adalah di Selor Kebo, karena Pasar Kemis masih daerah persawahan,” kenangnya.
Setelah dari Pasar Kemis, Suli melanjutkan tugas di Kecamatan Jatiuwung. Di tempat tersebut, ia mengaku menerapkan kedisiplinan tinggi dalam menjalankan pemerintahan. Ia juga bersyukur sejumlah pegawai yang pernah bekerja bersamanya mampu berkembang dan meniti karier di lingkungan pemerintahan.
Perjalanan kariernya berlanjut ke Dinas Pariwisata dan bagian sosial. Di bagian sosial, Suli mengingat bagaimana dirinya bersama rekan-rekan tetap berupaya menjalankan kegiatan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bekerja dan memberikan pelayanan.
Pengalaman yang paling membekas terjadi ketika dirinya dilantik menjadi Lurah Margasari pada 1998. Baru sebulan menjabat, kerusuhan terjadi dan ia menghadapi kenyataan bahwa kantor kelurahan yang seharusnya menjadi tempat pelayanan masyarakat justru tidak tersedia.
“Terus terang saja, mungkin tidak ada yang pengalamannya seperti saya. Dilantik, bangga jadi lurah, kantor lurahnya tidak ada!” ujarnya, disambut kenangan atas masa sulit yang harus dilaluinya.
Suli kemudian bertugas di bagian penyusunan program sebelum kembali ke Kecamatan Jatiuwung sebagai sekretaris camat selama tujuh tahun. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia juga mengalami langsung peristiwa banjir pada 2007. Berbagai penugasan berikutnya membawanya ke sejumlah posisi struktural, termasuk di bidang ketenteraman dan ketertiban serta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Ketika menjadi perintis kepala kantor Kesbangpol, Suli mengingat tuntutan menyelesaikan perencanaan organisasi baru yang membuat dirinya dan sejumlah pegawai harus bekerja hingga larut malam. Ia bahkan mengaku ikut menginap di kantor demi memastikan pekerjaan selesai tepat waktu.
“Saking takutnya pulang, saya juga ikut menginap. Istrinya sampai menyambangi kantor, hanya mengirimkan makanan. Jadi, kejam juga saya waktu itu, tidak boleh pulang karena perencanaan harus selesai,” tuturnya, sembari mengenang kedisiplinan yang diterapkannya kepada rekan kerja.
Setelah itu, Suli dipercaya menjadi sekretaris Dinas Sosial, kemudian menjabat Camat Benda dan Camat Karawaci. Selama bertugas di Kecamatan Benda, ia berupaya meninggalkan sejumlah hasil pembangunan sebagai kenangan pengabdiannya. Sementara di Karawaci, ia mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) serta Kampung Tematik agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengabdian Suli berlanjut saat menjabat sebagai Pj Kepala Dinas Sosial, sebelum kemudian bertugas di lingkungan DisindagkopUKM Kota Tangerang hingga menjelang masa pensiun. Selama bertugas, ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama di bidang perdagangan dan pengembangan usaha. Ia pun berpesan agar dukungan terhadap pelaku UKM terus diperkuat, salah satunya melalui pendampingan serta fasilitasi produksi atau maklon untuk mendorong pengembangan dan peningkatan daya saing produk mereka.
“Saya harap Bapak-Ibu sekalian dapat tetap mendukung UKM-UKM yang ada. Kalau perlu, maklon mereka supaya kesejahteraannya bisa terangkat,” katanya.
Sumber:
