Kasus Stunting di Serut Naik, Jelupang Tertinggi

Rabu 21-10-2026,21:28 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

Ditempat yang sama, Camat Serpong Utara Makmun terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting dan berbagai permasalahan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan melalui penguatan pelayanan posyandu serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.

"Upaya penanganan stunting selama ini terus dibahas melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dalam kegiatan lokakarya mini (lokmin) yang dilaksanakan setiap tiga bulan," ujarnya.

Makmun menambahkan, keterlibatan pemerintah kelurahan, pengurus RT dan RW, kader posyandu, puskesmas, serta pihak swasta sangat dibutuhkan agar penanganan masalah kesehatan di lingkungan masyarakat berjalan optimal.

Ia menilai, pelayanan pos­yan­du yang rutin dilaksanakan setiap pekan telah menjadi salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan kesehatan balita. Selain pemantauan tumbuh kembang, ke­giatan tersebut juga disertai pemberian makanan bergizi dan vitamin.

“Alhamdulillah, kerja sama antara lurah, RW, RT, dan posyandu semuanya saling mendukung. Peresmian Pos Gizi ini merupakan upaya agar permasalahan stunting yang menjadi keresahan bersama bisa berkurang di wilayah kami,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus lingkungan dan pihak swasta yang telah membantu pelaksanaan program, terutama dalam mendukung pemberian makanan tambahan bagi balita.

Ke depan, Kecamatan Serpong Utara berkomitmen mengupayakan agar program PMT dapat terus dilaksanakan di posyandu. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat intervensi gizi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Namun, ia menegaskan, penanganan masalah kesehatan tidak cukup hanya melalui kegiatan posyandu. Diperlukan dukungan dan informasi berkala dari puskesmas mengenai perkembangan kasus kesehatan di setiap wilayah.

"Saya berharap koordinasi antara puskesmas dan pemerintah kecamatan maupun kelurahan dapat ditingkatkan, sehingga setiap permasalahan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti bersama," tuturnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Alin Hendalin Mahdania mengatakan, pihaknya terus memperluas pembentukan Pos Gizi sebagai upaya menangani masalah gizi dan menekan angka stunting pada balita. Hingga saat ini, jumlah Pos Gizi di Tangsel tercatat mencapai 61 unit, bertambah dari sebelumnya 54 unit.

Penambahan tersebut menjadi bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, yakni membentuk 108 Pos Gizi yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangsel.

Penambahan jumlah Pos Gizi dilakukan secara bertahap. Perjalanan pembentukan fasilitas tersebut telah berlangsung sejak 2023 hingga saat ini. “Sekarang total Pos Gizi yang ada di Tangerang Selatan menjadi 61, karena sebelumnya sudah terbentuk 54. Perjalanannya cukup lama, dari 2023 sampai sekarang,” ujarnya.

Alin menjelaskan, target 108 Pos Gizi diarahkan agar setiap kelurahan memiliki dua unit. Dengan demikian, keberadaan Pos Gizi diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau balita yang membutuhkan pendampingan pemenuhan gizi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung Kelurahan Jelupang sebagai salah satu wilayah yang telah memiliki dua Pos Gizi. Capaian tersebut dinilai sejalan dengan target jumlah fasilitas yang ditetapkan dalam RPJMD.

Meski demikian, pembentukan Pos Gizi tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan target pembangunan daerah. "Keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan layanan tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat upaya penanganan masalah gizi di lingkungan masing-­masing," tambahnya.  (bud/esa)

Kategori :

Terpopuler