Kasus Stunting di Serut Naik, Jelupang Tertinggi
Sejumlah anak-anak bermain saat peresmian Pos Gizi Cinta Sehat di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Rabu (2/10). -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG UTARA — Kasus stunting di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel mengalami peningkatan. Berdasarkan data publikasi stunting pada Agustus 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 36, naik dibandingkan 2025 yang sebanyak 29 kasus.
Dari jumlah tersebut, Kelurahan Jelupang menyumbang 13 kasus stunting. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat pendampingan terhadap balita yang telah terdata agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat dipantau secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Kesehatan Gizi pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel Eka Mulyawati dalam kegiatan peresmian Pos Gizi Cinta Sehat di Keluraham Jelupang yang menjadi Pos Gizi ke-61 di Kota Tangsel.
Menurutnya, program ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menangani permasalahan gizi, khususnya stunting pada anak. Eka berharap kepada pihak terkait mulai dari dinas kesehatan, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawal anak-anak yang teridentifikasi mengalami masalah gizi.
Data balita yang membutuhkan pendampingan juga telah disampaikan kepada pihak kelurahan dan kecamatan, termasuk berdasarkan nama dan alamat, sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih terarah.
“Ini mohon perhatian kita bersama agar mengawal bayi dan balita yang sudah terdata. Data by name by address-nya juga sudah kami sampaikan ke kelurahan dan kecamatan, sehingga kondisi anak-anak kita bisa terus dikawal agar tumbuh dengan baik,” ujarnya, Rabu (21/10).
Eka menjelaskan, pembentukan Pos Gizi tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan (PMT), tetapi juga mencakup edukasi kepada orang tua, pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, serta pemberdayaan masyarakat.
"Melalui kegiatan tersebut, orang tua diharapkan memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala," tambahnya.
Program intervensi melalui Pos Gizi dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Dalam pelaksanaannya, pemberian makanan tambahan dilakukan selama lima hari setiap bulan.
"Setelah masa intervensi berakhir, diharapkan terdapat koordinasi lanjutan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dukungan pemenuhan gizi bagi balita dapat terus berlanjut," jelasnya.
Sementara itu, Lurah Jelupang Ridwan Arifin meminta pengurus RW dan RT bersama puskesmas serta kader posyandu aktif memantau kondisi anak-anak yang terindikasi mengalami masalah gizi.
Ia menyebutkan, di RW 6 Kelurahan Jelupang terdapat empat anak yang mengalami stunting. Sementara itu, jumlah kasus stunting di Kelurahan Dukuh yang disebutkan dalam kegiatan tersebut mencapai 13 kasus.
“Dengan adanya upaya ini, kita mendirikan Pos Gizi. Insyaallah bisa menangani masalah stunting yang ada di Kelurahan Dukuh, khususnya di RW 6,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar anak-anak yang terdata mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan. Karena itu, pengurus lingkungan diminta aktif memantau warganya dan berkoordinasi dengan puskesmas maupun tenaga kesehatan.
Sumber:
