Dinsos Kota Tangerang Bekali Warga Keterampilan Pijat

Senin 19-10-2026,21:01 WIB
Reporter : Muhammad Dhuyuf Khuzaimi
Editor : Miladi Ahmad

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan keterampilan. Pada 2026, terdapat tiga program pelatihan yang disiapkan, yakni cukur rambut, tata boga, dan pijat, sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha mandiri.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

“Tujuan pelatihan ini adalah pemberdayaan dan meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih berdaya. Kami memberikan keterampilan tambahan sehingga nantinya mereka bisa mengembangkan kemampuan, bahkan membuka lapangan usaha sendiri,” ujar Acep, Senin (19/10).

Ia menjelaskan, pelatihan pijat diikuti 50 peserta yang berasal dari 11 kecamatan di Kota Tangerang. Sementara itu, dua kecamatan tidak memiliki perwakilan dalam pendaftaran program tersebut.

Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan ini terbilang tinggi. Dinsos mencatat sekitar 90 orang mendaftar untuk mengikuti pelatihan pijat. Namun, peserta yang diterima ditentukan melalui proses verifikasi untuk memastikan kelayakan calon peserta.

“Pendaftarnya kurang lebih 90 orang. Kami melakukan verifikasi kembali untuk menentukan siapa yang layak menjadi peserta pelatihan. Mayoritas peserta pelatihan pijat ini perempuan, sekitar 30 orang,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi lima kelompok, dengan dua kelompok mengikuti kegiatan di kantor Dinsos dan tiga kelompok lainnya ditempatkan di sejumlah kelurahan. Setiap kelompok terdiri atas 10 orang.

Acep menerangkan, pelatihan berlangsung selama tiga hari dan dilanjutkan dengan magang selama dua hari. Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta terhadap teknik pijat sekaligus memberikan pengalaman praktik.

Tak hanya memberikan pelatihan, Dinsos juga menyiapkan tindak lanjut agar keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Salah satunya dengan membuka ruang kegiatan atau workshop yang memungkinkan peserta mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara gratis.

“Ke depan, kami mencoba membuka tempat workshop agar teman-teman yang sudah mengikuti pelatihan bisa diberdayakan kembali dan memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat,” katanya.

Program serupa telah diterapkan melalui kegiatan Jumat Berkah berupa layanan cukur rambut gratis. Kegiatan tersebut telah berjalan selama tiga pekan dengan target awal melayani 10 orang setiap Jumat. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah penerima layanan meningkat hingga 18 sampai 20 orang dalam satu pelaksanaan.

Menurut Acep, keberhasilan program pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari kemampuan mereka memanfaatkan keterampilan untuk memperoleh penghasilan dan menciptakan lapangan kerja.

“Harapan kami, seluruh peserta dapat memaksimalkan hasil pelatihan dan membuka usaha sendiri. Syukur-syukur mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, sehingga lebih berdaya dan tingkat kesejahteraannya meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program pelatihan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Gampang Kerja yang diusung Pemerintah Kota Tangerang. Melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha mandiri, masyarakat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bekerja dan mengurangi angka pengangguran.

“Ini menjadi salah satu upaya dari sisi Gampang Kerja. Kami berharap masyarakat bisa membuka lapangan usaha sendiri sehingga turut membantu mengurangi tingkat pengangguran di Kota Tangerang,” pungkasnya. (mg-9/mol)

Kategori :