Menurut Decky, menentukan masyarakat berpenghasilan rendah tidak selalu mudah jika hanya berdasarkan jumlah pendapatan. Karena itu, pihaknya menggunakan sejumlah pendekatan, mulai dari kondisi rumah, konsumsi listrik, kondisi air bersih, sumber air, jaringan perpipaan hingga kondisi sosial ekonomi penghuni.
“Penentuan desil ataupun masyarakat berpenghasilan itu enggak semudah yang kita pikirkan. Makanya kita mencari pendekatan yang sederhana, termasuk meminta teman-teman kelurahan melihat benar enggak kemampuannya seperti apa,” ungkapnya.
Untuk memastikan ketepatan sasaran, Disperkimtan juga melibatkan kelurahan dan kecamatan dalam proses verifikasi. Menurutnya, aparat wilayah memiliki pengetahuan lebih dekat mengenai kondisi masyarakat yang menjadi calon penerima bantuan.
“Pendekatan kita akhirnya perlu legalisasi dari Pak Camat. Lurah dan camat yang tahu wilayah,” ujarnya.
Decky menegaskan, program bedah rumah tidak hanya berorientasi pada kondisi fisik bangunan. Pemerintah juga berupaya melihat kondisi sosial dan kemampuan ekonomi warga secara lebih menyeluruh agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran. “Intervensi apa pun yang kita lakukan, yang paling penting harus tepat sasaran. Bagaimana caranya, itu yang terus kita evaluasi,” pungkasnya. (mg-9/esa)