BJB

Medsos Pamulang Jadi Kanal Aduan Warga

Medsos Pamulang Jadi Kanal Aduan Warga

Warga melintas di depan kantor Kecamatan Pamulang.(Tri Budi/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, PAMULANG — Warga Kecamatan Pamulang kini punya kanal pengaduan yang lebih mudah diakses. Akun Instagram Kecamatan Pamulang kembali diaktifkan dan dimanfaatkan sebagai pintu masuk laporan berbagai persoalan lingkungan maupun pelayanan masyarakat.

Camat Pamulang Mamat mengatakan, akun tersebut tidak hanya difungsikan sebagai sarana informasi dan kehumasan, tetapi juga menjadi wadah warga menyampaikan keluhan yang membutuhkan penanganan pemerintah.

“Warga bisa mengeluh, bisa laporan, bisa apa saja. Nanti kita sesuaikan dengan kewenangan tugas pokok dan fungsi kita. Kalau berkaitan dengan dinas, kita koordinasikan ke dinas terkait,” kata Mamat kepada Tangerang Ekspres, Rabu (30/9).

Menurut dia, laporan yang masuk cukup beragam. Mulai dari pembakaran sampah, jalan rusak, lingkungan kotor hingga persoalan sampah yang mengganggu warga.

Setiap aduan, lanjut Mamat, tidak langsung dianggap selesai hanya dengan menerima laporan. Petugas terlebih dahulu melakukan verifikasi dengan mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi yang dilaporkan.

Jika persoalan menjadi kewenangan kecamatan, petugas akan langsung melakukan penanganan. Namun, bila berkaitan dengan kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, laporan akan diteruskan dan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Kita cek dulu, kita datang. Misalnya ada laporan orang bakar sampah, nanti kita datangi dan kita edukasi. Kalau harus ditindaklanjuti dinas terkait, berarti dinas terkait yang menindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam proses tersebut, kecamatan juga melibatkan pihak kelurahan. Petugas kecamatan bersama kelurahan dapat turun ke lapangan untuk mengecek sekaligus memastikan persoalan yang disampaikan warga.

Aduan tidak hanya berasal dari satu wilayah. Sejumlah laporan datang dari kelurahan seperti Bambu Apus, Pamulang Barat hingga wilayah yang berbatasan dengan Ciputat Timur. Intensitas laporan pun disebut cukup tinggi.

“Banyak, cuma enggak tahu jumlahnya. Tapi kalau tiap hari pasti ada,” kata Mamat.

Salah satu laporan yang ditindaklanjuti berasal dari warga Bambu Apus mengenai aktivitas pembakaran sampah. Setelah menerima laporan, petugas mendatangi lokasi dan memberikan edukasi kepada warga agar tidak membakar sampah sembarangan.

Imbauan tersebut dinilai penting, terutama ketika cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Kecamatan Pamulang meminta warga memanfaatkan kanal pengaduan tersebut ketika menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Bagi warga, keberadaan kanal pengaduan itu dinilai memberi jalur komunikasi yang lebih praktis. Rahman, 46, mengaku pernah menyampaikan laporan terkait sampah melalui akun medsos Kecamatan Pamulang dan mendapat tindak lanjut dari petugas.

“Saya pernah lapor di akun medsos Pamulang terkait sampah di wilayah, tak lama pegawai datang untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.

Sumber: