Yeremia mengatakan bahwa masih banyak warga miskin yang ternyata belum memiliki status peringkat desil atau tingkat kesejahteraan dalam sistem database pemerintah.
Padahal, status desil saat ini menjadi penentu utama apakah seseorang layak menerima bantuan atau tidak.
Ia menuturkan, DTSEN membagi masyarakat ke dalam 10 tingkatan atau desil. Desil 1 hingga 5 masuk kategori masyarakat tidak mampu, sedangkan desil 6 hingga 10 tergolong masyarakat mampu.
"Desil 1 sampai 5 kelompok tidak mampu, desil 6 sampai 10 kelompok mampu. Nah, rupanya di desil ini juga ada yang belum ada desil," katanya, Senin (29/6).
Ia mengaku, kelompok tanpa desil inilah yang paling dirugikan karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan pemerintah.
"Nah, rupanya di lapangan ada kelompok masyarakat yang belum punya status desil sama sekali. Kelompok inilah yang paling dirugikan. Ketika pendaftaran sekolah jalur afirmasi atau program bansos mensyaratkan data desil, mereka otomatis langsung mental dari sistem," ujarnya. (mam)