Penerima Bansos Berkurang di 2027

Senin 21-09-2026,20:34 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten mem­proyeksikan jumlah penerima bantuan sosial (bansos) bagi warga miskin akan kembali berkurang di tahun depan. Proyeksi ini merupakan bagian dari penyesuaian kemampuan keuangan daerah. 

Kepala Dinsos Provinsi Ban­ten, Lukman, mengatakan ba­h­wa pihaknya mempro­yek­sikan alokasi anggaran bantuan sosial berada di kisaran Rp13 miliar. Jumlah tersebut menu­run dari anggaran tahun ini yang mencapai Rp16 miliar. Na­mun angka tersebut masih be­lum pasti karena masih dalam tahap pembahasan.

"Kalau diproyeksikan untuk tahun depan itu Rp13 miliaran, karena kan tahun ini Rp16 mi­liar, proyeksinya begitu, tapi kita belum bisa memastikan," katanya, Senin (21/9).

Dengan anggaran segitu, jum­lah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bansos juga diperkirakan ikut berkurang. Jika pada 2026 ter­dapat sekitar 16 ribu lebih KPM, pada 2027 jumlah pene­rima diproyeksikan hanya se­kitar 13 ribu KPM.

"Iya ada pengurangan karena kemampuan keuangan daerah, jadi kita menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah juga," tuturnya.

Meski begitu, kata Lukman, besaran anggaran dan jumlah KPM penerima Bansos masih belum final.

Angka tersebut masih bisa berubah, namun kemungkinan tetap akan mengalami pe­nurunan.

"Kalau untuk memastikan kita belum bisa, tetapi proyek­sinya berkurang. Karena kan masih dalam tahap pemba­hasan juga kita belum berwe­nang," ujarnya.

Menurutnya, berkurangnya jumlah penerima bukan hanya didasarkan atas kemampuan keuangan daerah, melainkan juga karena berkurangnya masyarakat miskin atau keluar dari kelompok desil satu hingga lima.

"Otomatis berkurang pene­rimanya juga, karena itu tadi keterbatasan atau kemampuan anggaran, ditambah ada juga yang keluar dari desil satu sampai lima," jelasnya.

Di sisi lain, perubahan data kemiskinan juga terjadi pada sebaran warga miskin di Ban­ten. Lukman mengatakan, berdasarkan pendataan ter­baru, jumlah warga miskin paling banyak kini berada di wilayah Tangerang Raya. Kon­disi tersebut berbeda dengan data sebelumnya yang menun­jukkan warga miskin lebih banyak berada di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.

"Terbanyak itu di Tangerang Raya, kalau dulu kan di Kabu­paten Serang, Pandeglang, dan Lebak. Setelah didata ulang, Tangerang itu paling banyak," paparnya.

Diketahui, tren jumlah pene­rima bansos di Banten terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada 2024, peneri­ma bansos di Banten tercatat lebih dari 65 ribu KPM dengan anggaran sekitar Rp32,5 miliar.

Jumlah tersebut kemudian turun pada 2025 menjadi 37.741 KPM dengan alokasi anggaran sekitar Rp18,8 miliar. Pada 2026, jumlah penerima kembali diproyeksikan sekitar 16 ribu lebih KPM dengan anggaran sekitar Rp16 miliar.

Sementara itu, Anggota Ko­misi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa menyoroti Validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Provinsi Banten. Akibat sengkarut administrasi ini, sejumlah warga terancam kehilangan hak-hak dasarnya, mulai dari bantuan sosial (bansos) hingga hilangnya kesempatan anak-anak mereka masuk sekolah negeri lewat jalur afirmasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Kategori :