"Saya sering menyampaikan ke kepala desa, baik zoom maupun langsung rapat. Saya bilang kepada mereka, kalau desa-desanya berdekatan, kampusnya sama, sudah saja patungan. Sewa kontrak rumah empat kamar atau tiga kamar," tuturnya.
Gunawan menekankan, muara dari program ini bukan sekadar memberikan gelar akademik, melainkan mencetak sumber daya manusia (SDM) desa yang berkualitas dan berwawasan luas.
"Kita tidak hanya mengejar lembar ijazah, tetapi melatih cara berpikir dan kecerdasan mereka. Harapannya, setelah lulus mereka bisa pulang dan membawa perubahan positif bagi desanya," paparnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan bahwa Pemprov Banten memprioritaskan pembangunan desa sebagai strategi utama untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud implementasi poin keenam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Kepedulian terhadap pemerintah desa adalah hal utama. Fokus saya adalah membangun desa untuk mengikis disparitas antara desa dan kota," tegasnya.
Andra menjelaskan, intervensi pembangunan desa sejalan dengan kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Beberapa program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat desa meliputi Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pos Pelayanan Desa Sejahtera (Posyandra), peningkatan Bantuan Keuangan Desa, hingga program sekolah gratis untuk SMA, SMK dan SKh swasta serta program Satu Desa Satu Sarjana.
Menurutnya, selama ini pemerintah desa kerap kesulitan berkembang karena lebih fokus pada urusan administratif dan menghadapi masalah keterbatasan anggaran. Hal tersebut berdampak pada tingginya angka urbanisasi serta tidak terurusnya infrastruktur dasar salah satunya jalan dan saluran irigasi. (mam)