Program Satu Sarjana Satu Desa Bakal Dihentikan

Rabu 16-09-2026,20:54 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

"Saya sering menyampaikan ke kepala desa, baik zoom maupun langsung rapat. Saya bilang kepada mereka, kalau desa-desanya berdekatan, kampusnya sama, sudah saja patungan. Sewa kontrak ru­mah empat kamar atau tiga kamar," tuturnya.

Gunawan menekankan, mua­ra dari program ini bukan sekadar memberikan gelar aka­demik, melainkan mence­tak sumber daya manusia (SDM) desa yang berkualitas dan berwawasan luas.

"Kita tidak hanya mengejar lembar ijazah, tetapi melatih cara berpikir dan kecerdasan mereka. Harapannya, setelah lulus mereka bisa pulang dan membawa perubahan positif bagi desanya," paparnya. 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni, mene­gaskan bahwa Pemprov Ban­ten memprioritaskan pemba­ngunan desa sebagai strategi utama untuk pemerataan eko­nomi dan pengentasan ke­miskinan. Langkah ini se­kaligus menjadi wujud imple­mentasi poin keenam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Kepedulian terhadap pe­merintah desa adalah hal uta­ma. Fokus saya adalah mem­bangun desa untuk mengikis disparitas antara desa dan kota," tegasnya.

Andra menjelaskan, inter­ven­si pembangunan desa sejalan dengan kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Beberapa program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat desa meliputi Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pos Pelayanan Desa Sejahtera (Posyandra), peningkatan Bantuan Ke­uangan Desa, hingga program sekolah gratis untuk SMA, SMK dan SKh swasta serta program Satu Desa Satu Sarjana.

Menurutnya, selama ini pemerintah desa kerap kesulitan berkembang karena lebih fokus pada urusan administratif dan menghadapi masalah keterbatasan anggaran. Hal tersebut berdampak pada tingginya angka urbanisasi serta tidak terurusnya infrastruktur dasar salah satunya jalan dan saluran irigasi. (mam)

Kategori :