Diduga Trafo Meledak, Pabrik Bohlam Terbakar

Rabu 16-09-2026,20:27 WIB
Reporter : Muhammad Dhuyuf Khuzaimi
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kebakaran melanda PT Global Teguh Indonesia, pabrik yang memproduksi bohlam di Jalan Pembangunan 1, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Rabu (16/9). Api membesar dan meluas hingga menghanguskan sejumlah bagian gudang di dalam area pabrik.

Kebakaran diketahui sekitar tengah hari. Seorang karyawan bagian Gudang C, Anto, mengatakan api tiba-tiba terlihat dan dengan cepat membesar. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat kobaran api semakin cepat meluas.

“Mungkin ada konsleting listrik atau apa,” ujar Anto kepada Tangerang Ekspres, Rabu (16/9).

Para karyawan kemudian dievakuasi dari area pabrik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Petugas pemadam kebakaran juga langsung diterjunkan setelah menerima laporan kebakaran.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Petugas kemudian melakukan penanganan dan pemadaman di sejumlah titik yang terdampak.

“Kita mendapatkan informasi tentang kejadian ini dan teman-teman langsung hadir di TKP untuk melakukan penanganan. Sampai saat ini, alhamdulillah kondisi sudah cukup kondusif,” kata Mahdiar.

Mahdiar mengatakan, petugas masih melakukan pemadaman terhadap sejumlah titik api yang berada di bagian tengah area pabrik. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena area tersebut masih cukup rawan untuk dimasuki petugas.

“Tinggal nanti kita menghabiskan api-api yang ada di area tengah dengan kendaraan yang kita miliki supaya bisa menjangkau area tengah yang memang masih agak rawan kalau kita masuk ke dalam,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, Mahdiar menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman. Informasi awal yang diterima petugas menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan trafo yang meledak maupun kemungkinan penyebab lainnya.

“Teman-teman informasinya bermacam-macam. Ada yang mulai dari trafo yang meledak ataupun hal lainnya. Tapi itu akan kita tindak lanjuti seperti apa kondisi awalnya dengan teman-teman dari perusahaan secara valid,” jelasnya.

Mahdiar memastikan para pekerja telah berada di lokasi aman. Kebakaran diketahui terjadi saat jam istirahat sehingga petugas langsung mengantisipasi area yang masih dilaporkan terdapat karyawan.

“Yang kebetulan kejadiannya di jam istirahat para pegawai. Tadi juga sudah kita antisipasi area-area yang dilaporkan masih ada pegawai. Tapi sudah aman terkendali, khususnya di area belakang,” katanya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD mengerahkan sekitar 15 unit kendaraan pemadam dan 60 personel. Penanganan juga mendapat dukungan dari TNI-Polri, relawan, tenaga kesehatan, serta sejumlah unit pendukung lainnya.

“Dari kita sendiri ada kurang lebih 15 unit dan kurang lebih 60 personel. Ditambah lagi dari teman-teman TNI ada satu unit dan teman-teman lainnya yang membantu dari sisi relawan. Teman-teman kesehatan dan TNI-Polri juga membantu dengan unitnya,” ungkapnya.

Mahdiar menambahkan, ketersediaan sumber air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Namun, petugas telah mengambil sumber air dari wilayah terdekat sehingga kendaraan pemadam dapat terus bergerak melakukan penanganan.

Kategori :