Diabetes dan Darah Tinggi Banyak Ditemukan saat CKG

Minggu 13-09-2026,21:52 WIB
Reporter : Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menyebutkan diabetes dan darah tinggi menjadi temuan terbanyak pada pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Temuan ini dinilai sebagai sinyal bahwa kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat masih perlu ditingkatkan, karena hasil skrining menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memi­liki kadar gula darah dan tekanan darah di atas normal.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr. Efrizal mengatakan, faktor utama penyebab ting­ginya kasus tersebut antara lain pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan konsumsi makan­an tinggi gula, garam, dan lemak. 

Selain itu, stres dan kurang istirahat juga turut berkon­tribusi terhadap meningkat­nya risiko penyakit.

"Masyarakat harus menjaga pola makannya dan gaya hidupnya, khususnya jangan bergadang jika tidak diper­lukan. Kami terus membe­rikan edukasi kepada ma­syarakat, tentang bahayanya diabetes dan darah tinggi," ujarnya.

Efrizal mengaku, terkejut bahwa usia produktif banyak terkena darah tinggi dan diabetes, karena biasanya kedua penyakit tersebut lebih sering dialami pada usia lanjut atau lansia.

"Kalau kita lihat trennya anak muda pun banyak, kalau dulu kan kita yang udah tua ini yang kena darah tinggi dan diabetes, sekarang kan jadi aneh malah anak muda yang kena," ucapnya.

Untuk itu, kata Efrizal, pi­hak­nya akan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah secara masif, untuk menyam­paikan pentingnya pola makan dan pola hidup supaya terhindar dari diabetes dan darah tinggi.

"Kami akan lakukan secara masif ke sekolah, ada banyak momen kita akan ke SD, SMP, bahkan SMA untuk mem­berikan edukasi kesehatan," tuturnya.

Kata Efrizal, CKG ini sangat penting karena dapat menge­tahui masalah kesehatan dalam diri seseorang, sebe­lum penyakit yang lebih bahaya menghampiri.

Karena dengan melakukan CKG dapat diketahui penyakit apa yang ada dalam tubuh seseorang, untuk selanjutnya dilakukan penanganan medis dengan diberikan obat maupun penanganan ke rumah sakit.

"Jadi jangan tunggu sampai kronis atau parah baru di­obati, jadi dengan adanya CKG ini bisa melakukan de­teksi dini terhadap pe­nyakit. Maka kami menghimbau masyarakat, jangan takut untuk melakukan CKG demi kebaikan diri sendiri dan kesehatannya," katanya. (agm)

Kategori :