BJB

Pemkot Tangerang CKG dan Imunisasi Siswa SD

Pemkot Tangerang CKG dan Imunisasi Siswa SD

Wali Kota Tangerang Sachrudin didampingi Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni meninjau pelaksanaan CKG di SDN Cipondoh 1,2 dan 8, Senin (24/8). (Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPONDOH — Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang, tak hanya dilakukan dengan menunggu warga datang. Melainkan, diperluas dengan cara petugas yang datang. Seperti, mendatangi sekolah untuk mengecek kesehatan sekaligus deteksi penyakit sejak dini.

Wali Kota Tangerang Sachrudin bahkan turut mendampingi proses pemeriksaan kesehatan di sekolah. Ia mengatakan, CKG dan imunisasi bagi anak sekolah menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa secara menyeluruh. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan CKG di SDN 1, SDN 2 dan SDN 8 Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (24/8).

“Tadi ada yang cek kesehatan gratis termasuk imunisasi. Ini untuk deteksi dini masalah kesehatan anak-anak. Kemudian bagaimana dapat mengidentifikasi tentang faktor penyakit anak-anak. Biar jelas, biar ketahuan,” ujar Sachrudin.

Menurut dia, anak yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan harus segera mendapatkan penanganan agar kondisinya tidak semakin parah. Sementara anak yang sehat perlu terus didorong agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Yang ada indikasinya, segera kita obati sehingga tidak menjalar penyakitnya. Dia tetap sehat sehingga proses belajar mengajar anak-anak kita tidak terganggu,” katanya.

Ia menegaskan, kesehatan anak merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Sebab, anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan calon pemimpin di masa mendatang.

“Pemimpin masa depan adalah anak-anak sekarang. Pemimpin yang sekarang, anak-anak masa lalu,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan memiliki kenangan saat meninjau sekolah tersebut karena pernah menempuh pendidikan sekolah dasar di lokasi yang sama.

“Saya dulu SD-nya di sini, kelas 1 sampai kelas 6. Makanya kebayang saya begitu masuk ke ruangan ini, napak tilas,” tutur Sachrudin.

Ia berharap dari sekolah tersebut akan lahir generasi yang mampu mengisi berbagai posisi penting di masa depan. Menurutnya, peluang anak-anak untuk menjadi pemimpin, bahkan presiden, terbuka selama terus mendapatkan pendidikan dan dukungan yang baik.

“Tidak menutup kemungkinan ada yang jadi presiden. Tidak ada yang enggak mungkin kalau Allah sudah berkehendak,” katanya.

Ia menambahkan, upaya menjaga kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran keluarga dan masyarakat juga diperlukan agar pembangunan sumber daya manusia dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Semuanya harus sehat. Anak-anak sehat, orang tuanya harus sehat, semuanya harus sehat,” ucapnya.

Karena itu, Sachrudin mengajak masyarakat untuk mendukung program kesehatan pemerintah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan media diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.

Sumber: