"Nah nanti dari hasil pertemuan hari ini (kemarin) kita akan lebih dalami lagi untuk peminatan para peserta," katanya.
Lebih lanjut, peserta akan ditindaklanjuti dengan diberikan pelatihan sesuai dengan minat di BBPVP Serang. Tujuan utamanya adalah memastikan penerima manfaat dari program jaminan sosial ketenagakerjaan dapat mengelola uang dengan baik, menjadi produktif, dan akhirnya memperoleh profit.
"Ke depan kita akan terus berkolaborasi untuk memastikan bahwa pekerja-pekerja yang ditinggalkan oleh tulang keluarga menerima manfaat ini, tetap bisa lebih produktif," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi mengapresiasi atas program yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya program tersebut sangat bermanfaat guna mencegah peningkatan jumlah orang miskin setelah kehilangan kepala keluarga.
"Jadi kita berharap dengan mereka kehilangan kepala keluarga, tidak berarti mereka akan jatuh kembali kepada kehidupan yang masuk ke kategori miskin," katanya.
Menurutnya, santunan yang diterima penerima manfaat sedikitnya Rp42 juta ini dapat dimanfaatkan untuk menata perekonomian keluarga. Program ini sangat membantu pemerintah dalam melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat di tengah efisiensi anggaran.
"Mudah-mudahan ini akan berkembang dengan baik, dan uang yang didapat dari klaim yang mereka dapatkan itu bisa diarahkan untuk yang lebih efektif lagi," paparnya. (mam)