BPJS Ketenagakerjaan Berdayakan Penerima Manfaat

Selasa 18-08-2026,21:31 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan secara resmi meluncurkan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) secara Nasional yang terpusat di Bandung, Selasa (18/8).

Peresmian dila­kukan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hi­dayat, dan diikuti serentak di seluruh Indonesia, ter­masuk Provinsi Banten.

Kegiatan dilakukan dengan memberikan pembinaan yang ditindaklanjuti dengan pelatihan kepada penerima manfaat, agar kembali berda­ya sejalan dengan semangat Hari Kemerdekaan untuk terus maju dan berdaya.

Program ini menyasar pe­nerima manfaat BPJS Ketena­gakerjaan, mulai dari ahli waris peserta hingga pekerja yang memasuki masa per­siapan pensiun.

Direktur Utama BPJS Kete­nagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, program PEKA diikuti oleh 1.426 penerima manfaat yang digelar serentak di 45 titik seluruh Indonesia. 

PEKA berangkat dari per­hatian terhadap keberlanjutan manfaat yang diterima pe­kerja maupun ahli waris. BPJS Kete­na­gakerjaan ingin me­mastikan manfaat tersebut tidak hanya memberikan ke­­tahanan dalam jangka pen­dek, tetapi juga men­j­adi bekal untuk mem­bangun kemandirian ekonomi.

"Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi kon­sumtif.

Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi pro­duktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi man­diri," katanya.

Pemberdayaan yang dibe­rikan disesuaikan dengan ke­butuhan peserta serta po­tensi ekonomi di masing-masing daerah. Bentuknya dapat berupa peningkatan kom­petensi, pelatihan kewi­rausahaan, digital marketing/content creator, kuliner/tata boga, kerajinan/handycraft, florist, barista, laundry, make up, menjahit, reseller, serta pelatihan usaha lainnya sesuai potensi daerah.

Saiful mengaku, program ini dilakukan kolaborasi de­ngan pemerintah pusat, pe­merintah daerah, kemen­terian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.

"Kami tidak ingin mereka sekadar selesai mengikuti pe­latihan. Harapannya, keterampilan yang didapat benar-benar bisa menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan dan membuat mereka semakin mandiri. Untuk mewujudkan itu, tentu BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak untuk bersama-sama membuka jalan bagi mereka," terangnya.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan melalui PEKA. Menurutnya, PEKA berpotensi mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru. Kementerian Ketenagakerjaan juga siap berkolaborasi dan memberikan pendampingan agar para penerima manfaat maupun ahli waris mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

"Kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru, tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja baru," jelasnya.

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten, Muhyidin mengatakan kegiatan PEKA di Banten diikuti oleh ratusan penerima manfaat yang berkolaborasi dengan Pemprov Banten, dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. 

Adapun pemberdayaan ini diawali dengan memberikan materi tentang pengelolaan keuangan yang melibatkan narasumber dari perbankan dan Mitra Investasi BPJS Ketenagakerjaan. 

Kategori :