BJB

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah meresmikan jaringan irigasi di seluruh wilayah Provinsi Banten yang di pusatkan di Cisata, Desa Tegal Kecamatan Cikeudal Kabupaten Pandeglang.(Pemprov Banten For Tangerang Eksp--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Provinsi Banten saat ini memasuki usia ke-26 tahun dan merupakan tahun kedua kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah. Dengan visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi, Andra Soni-Dimyati terus mewujudkan pembangunan untuk kemajuan Provinsi Banten yang berkeadilan, merata dan tidak korupsi.

Visi tersebut dijabarkan dalam misi memperkokoh iman dan takwa; mendorong pertumbuhan ekonomi yang maju, adil, dan merata; meningkatkan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, teknologi, kesehatan, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas; mewujudkan pemerataan pembangunan perkotaan dan perdesaan; serta, membangun kemandirian energi dan mengelola sumber daya alam. Misi itu diwujudkan melalui delapan program unggulan dalam Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, serta Banten Melayani.

Melalui delapan program unggulan, pembangunan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang membawa kemajuan yang berkeadilan. Pembangunan untuk memastikan pemerataan infrastruktur, perluasan akses pendidikan, layanan kesehatan, penguatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Pada tahun kedua kepemimpinan Andra Soni-Dimyati, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif dari dampak capaian kinerja pembangunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Banten pada tahun 2025 berada di angka 77,25, meningkat sebanyak 0,90 poin (1,18%) dari tahun sebelumnya (2024) yang berada di angka76,35 poin.

Pada triwulan II tahun 2026 perekonomian Provinsi Banten (y-o-y) tumbuh 5,49 persen, pertumbuhan ini mengantarkan Provinsi Banten masuk dalam jajaran 5 besar provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Inflasi year-on-year (y-o-y) Provinsi Banten pada Agustus 2026 tercatat terkendali di angka 2,95 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,97.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Mei 2026 mencapai 6,48 persen, turun 0,11 persen dibandingkan Februari 2026, angkatan kerja di Banten pada periode ini naik menjadi 6,29 juta orang.

Angka kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,38 persen, turun 0,13 persen terhadap September 2025 dan turun 0,25 persen poin terhadap Maret 2025. Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk atau rasio gini pada Maret 2026 sebesar 0,312 menjadikan tingkat ketimpangan pengeluaran di Banten sebagai yang terendah di Pulau Jawa.

Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Banten pada Agustus 2026 tercatat sebesar 113,02, naik 1,05 persen dibandingkan bulan Juli 2026. Kenaikan ini menunjukkan adanya penguatan daya beli dan tingkat kesejahteraan petani di wilayah perdesaan Banten.

Capaian indikator makro Provinsi Banten menunjukkan peningkatan yang positif seiring dengan akselerasi pembangunan melalui delapan program unggulan. Hal ini juga berbanding lurus atas capaian raihan dan apresiasi oleh berbagai lembaga atas kinerja pembangunan di Provinsi Banten kepada Gubernur Banten dan Pemprov Banten.

Melalui Banten Bagus, pembangunan diarahkan untuk memperkecil kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) pada 2025 merealisasikan pembangunan 61 ruas jalan dan satu jembatan dengan total sekitar 71 kilometer. Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan penanganan 33 ruas jalan desa sepanjang 46,71 kilometer dan alokasi anggaran sekitar Rp164 miliar.

Program Bang Andra merupakan infrastruktur fisik untuk meningkatkan akses masyarakat desa terhadap perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Jalan desa mendukung kemandirian desa, produktivitas pertanian, dan menjadikan desa sebagai kantung pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Pada tahun 2025 sebanyak 389 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berhasil ditangani untuk menciptakan hunian yang sehat, aman, dan produktif. Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2025 membangun tujuh Daerah Irigasi (DI), total panjang irigasi yang dibangun 6,90 kilometer, luas layanan 881,28 hektare, dengan biaya Rp48,91 miliar. Selain itu melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah pusat membangun 12 irigasi dengan panjang penanganan sekitar 81,80 kilometer dan luas layanan 9.259 hektare, pagu anggaran mencapai Rp471,92 miliar. Pembangunan irigasi memiliki manfaat untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, serta mendongkrak kesejahteraan petani.

Masih pada Banten Bagus, untuk perbaikan sarana umum (PSU), Pemprov Banten pada tahun 2025 membangun jalan lingkungan sepanjang 407,432 kilometer, drainase lingkungan 75 kilometer, 12 unit toilet umum, 10 unit Posyandu, 22 unit gedung serbaguna, tiga unit masjid, 37 unit penerangan jalan umum (PJU), serta penanganan 389 rumah tidak layak huni (RTLH).

Banten Cerdas diwujudkan melalui Program Sekolah Gratis di SMA, SMK dan SKh swasta. Program ini memberikan solusi nyata dalam memperluas akses dan meringankan beban biaya pendidikan masyarakat. Pada tahun ajaran 2025-2026, program ini telah menjangkau 801 sekolah dengan 60.705 siswa terverifikasi. Kemudian pada tahun ajaran 2026-2027, Program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta menjangkau 782 sekolah dengan 59.697 siswa mengikuti atau menerima manfaat dari program ini.

Sumber: