TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kota Serang masih kekurangan tenaga pendidik untuk jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang memperkirakan kebutuhan guru mencapai sekitar 300 orang.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, jumlah tersebut masih akan dipastikan melalui pemetaan kebutuhan guru di setiap satuan pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027.
“Ada ratusan, sekitar 300. Dari jenjang SD sampai SMP ada kekurangan guru yang memang perlu ada penambahan,” kata Nuri, Selasa (11/8).
Menurut Nuri, kebutuhan tersebut tidak seluruhnya merupakan kekurangan guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, pemetaan diperlukan untuk mengetahui kebutuhan riil masing-masing sekolah sekaligus menentukan langkah pemenuhannya.
Hasil pemetaan akan dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang serta pemerintah pusat.
“Kita konsultasi dulu. Kita ke BKPSDM, konsultasi ke kementerian. Bagaimana ketika misalkan ternyata ada kekurangan guru,” ujarnya.
Nuri mengatakan kekurangan guru perlu segera ditangani karena dapat memengaruhi pembagian tugas mengajar di sekolah. Menurutnya, daerah yang mengalami kekurangan guru membutuhkan dukungan kebijakan untuk mempercepat pemenuhan tenaga pendidik.
“Ini saya kira yang harus kita bijaki dan harus ada kebijakan nasional untuk daerah-daerah yang kekurangan guru,” katanya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Kota Serang mendapat dukungan dari Teach First Indonesia (TFI). Sebanyak 14 guru ditempatkan di sejumlah sekolah dasar yang membutuhkan tambahan tenaga pengajar, di antaranya wilayah Gempol hingga Karangantu.
Para guru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu akan bertugas selama dua tahun sebagai guru mata pelajaran dan wali kelas.
“Selama dua tahun mereka menjadi guru mata pelajaran dan guru wali kelas di masing-masing satuan pendidikan, terutama di SD,” kata Nuri.
Selain membantu tenaga pengajar, guru TFI juga diharapkan membawa metode pembelajaran baru melalui pendampingan dan berbagi praktik dengan guru di sekolah penempatan.
Nuri menyebut pendekatan tersebut juga menyasar peningkatan motivasi siswa. Salah satunya dilakukan dengan mendatangi rumah siswa yang sebelumnya enggan bersekolah untuk membangun kembali semangat mengikuti pendidikan.
Meski mendapat dukungan guru TFI, Dindikbud tetap menjadikan pemetaan sebagai dasar penanganan kekurangan guru dalam jangka panjang. Data tersebut akan digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga pendidik dengan kondisi masing-masing sekolah.
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan. Kebutuhan tenaga pendidik, kata dia, menjadi bagian yang diperhatikan dalam perencanaan pembangunan daerah.