TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten mempercepat regenerasi petani muda di bawah usia 40 tahun untuk merespons minimnya minat generasi milenial dan Gen Z di sektor pertanian. Langkah ini dioptimalkan untuk menyokong kebutuhan pasokan bahan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten, Anissa Mahesa mengatakan bahwa fenomena minimnya petani muda saat ini menjadi tantangan nyata. Melalui jejaring di tingkat daerah pihaknya gencar merangkul pelaku usaha tani berusia muda agar sektor ini kembali memiliki daya tarik strategis dan kepastian pasar.
"Saat ini regenerasi petani muda di bawah umur 40 tahun bisa dibilang sangat sedikit. Oleh karena itu, Pemuda Tani Indonesia hadir untuk terus menjaring pelaku tani muda. Hal ini juga berkesinambungan dengan program Pak Presiden, salah satunya MBG," katanya, Kamis (6/8).
Ia menggambarkan, langkah konkret yang telah berjalan di Kabupaten Pandeglang. Di sana, DPC Pemuda Tani setempat aktif menghimpun petani muda agar hasil panen mereka terhubung langsung ke rantai pasok atau dapur-dapur penyedia makanan.
Menurutnya, kepastian end-user dan rantai permintaan (demand) menjadi kunci utama agar generasi muda mau terjun ke dunia pertanian. Ketika pasar dan pembeli hasil panen sudah terpetakan sejak awal, profesi petani akan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
"Ketika mereka menjadi petani, mereka sudah tahu demand-nya dari mana. Jadi ketika mereka menyediakan pasokan sebagai pelaku tani, sudah ada pembelinya. Harapannya tujuan kami ini dapat berjalan baik dengan dukungan seluruh pihak di daerah, terkhusus di Provinsi Banten," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI ini mengaku berdiskusi dengan Gubernur Banten untuk menjalankan program satu desa satu hektar menanam jagung. Program ini diperkirakan akan dijalankan pada Oktober atau musim penghujan mendatang.
"Ada banyak yang kami bahas hari ini, namun topik paling utama adalah program yang ingin dijalankan oleh Pemuda Tani, yaitu program 'Satu Desa Satu Hektar'," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mendukung program untuk penanaman satu desa satu hektare jagung yang akan dilakukan oleh DPD Pemuda Tani Provinsi Banten.
Program ini merupakan bagian dari program strategis ketahanan dan swasembada pangan nasional. Program ini memanfaatkan lahan produktif untuk meningkatkan ekonomi warga desa.
Andra juga menjelaskan, ada 14 perusahaan pakan ternak di Provinsi Banten, khususnya di Serang dan Tangerang. Perusahaan itu antara lain, PT Java, PT Pokpan, PT Sarun, PT Sigenta, dan sebagainya, dengan kebutuhan jagung pipil kering hampir dua juta ton per tahun.
"Untuk kebutuhan perusahaan, kita belum bisa menyuplai banyak. PT Sarun setiap harinya butuh 1.000 ton, ini peluang yang besar. Permintaannya ada, tinggal mendorong pasokannya. Kalau kita digerakkan oleh Pemuda Tani, saya yakin suatu hari kita bisa jadi sentra jagung," katanya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi program untuk satu desa satu hektare penanaman jagung. Di Provinsi Banten ada banyak desa yang memiliki potensi untuk jenis pertanian jagung.
"Ini juga sebagai langkah untuk mempercepat kesejahteraan para petani di wilayah-wilayah sentra pangan di Provinsi Banten. Tentu kita berharap kita siapkan dengan baik lokasinya dan juga petaninya," ujarnya. (mam)