Pembangunan Jalan Huntara Lebakgedong Lamban

Senin 27-07-2026,21:00 WIB
Reporter : Ahmad Fadilah
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Masyarakat kor­ban banjir bandang yang terjadi pada 2020 di Ke­camatan Lebakgedong, Ka­bupaten Lebak mem­per­tanyaakan lambatnya pembangunan jalan me­nuju lokasi hunian tetap (huntap) yang saat ini ma­sih jadi hunian se­men­tara (huntara).

Zaenudin, warga huntara menilai progres pembangunan jalan yang menjadi kewe­na­ngan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sangat lamban.

Menurutnya, kondisi ter­sebut menghambat percepatan pembangunan huntap bagi warga penyintas bencana yang telah bertahun-tahun tinggal di huntara.

"Dari total pekerjaan sekitar 900 meter, sampai hari ini baru sekitar 450 meter yang selesai dikerjakan. Sisanya belum ada penyelesaian. Kami tidak ingin terus mendengar berbagai alasan. Yang dibu­tuhkan masyarakat adalah kepastian kapan pekerjaan ini benar-benar dituntaskan," kata Zaenudin kepada warta­wan, kemarin.

Ia mengatakan, keterlambat­an penyelesaian jalan bukan pertama kali terjadi. Menu­rutnya, pekerjaan yang telah di­mulai sejak 2025 belum dapat diselesaikan dan pada 2026 kembali belum rampung.

"Padahal jika saat ini di­kerjakan cuaca sedang kema­rau, karena jika sudah musim hujan akses ke huntara akan sangat sulit dilalui oleh ken­daraan untuk mengangkut material bangunan," ujarnya.

Dia  berharap Pemprov Ban­ten segera menyelesaikan sisa pekerjaan tanpa kembali me­nunda pelaksanaannya. Ka­rena masyarakat hanya me­ng­inginkan akses jalan yang layak agar pembangunan huntap oleh pemetintah pusat tidak terhambat dan segera dilaksanakan.

"Apapun kendalanya, kami berharap pada Juli 2026 ini pengerasan jalan menuju lokasi lahan pembangunan huntap sudah selesai selu­ruhnya. Jangan lagi ada alasan yang membuat masyarakat harus terus menunggu," paparnya.

Apalagi dalam waktu dekat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik In­donesia ke 81 akan tiba. Warga yang hidup di huntara ingin merasakan kemerdekaan de­ngan infrastruktur yang layak.

"Sebentar lagi bangsa ini memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Namun bagi kami, masyarakat yang sudah bertahun-tahun tinggal di hunian sementara, kemer­de­kaan itu belum sepenuhnya kami rasakan. Sudah enam tahun kami menunggu ke­pastian hunian tetap beserta infrastruktur pendukungnya," tuturnya.

Di sisi lain, Zaenudin meng­apresiasi progres pekerjaan pematangan lahan yang dilak­sanakan Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Lebak. Menu­rutnya, pekerjaan tersebut telah memasuki tahap akhir.

"Alhamdulillah, pekerjaan pematangan lahan sudah mencapai sekitar 95 persen. Tinggal penyelesaian pema­sangan bronjong dan tembok penahan tanah. Setelah itu kami berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat segera mem­bangun hunian tetap, semen­tara Pemerintah Provinsi Banten menyelesaikan akses jalannya," harapnya.

Iwan Sitikno, Kepala Dinas Perkim Lebak mengaku, hasil rapat terbatas dengan Pemkab Lebak, penanganan pema­tangan lahan di lahan untuk huntap akan dibiayai oleh Pemkab Lebak yang ang­garannya sebesar Rp2 miliar. Sedangkan, untuk pemba­ngunan jalan dilakukan oleh Pemprov Banten melalui Dinas PUPR Banten.

"Terkait belum selesainya jalan ke huntap, tanyakan langsung ke Dinas PUPR Ban­ten, karena mereka yang mengerjakan," ucapnya.(fad)

Kategori :