BJB

Damkar Minta 11 Kendaraan Baru

Damkar Minta 11 Kendaraan Baru

KEBAKARAN: Api melahap lapak batang bekas di wilayah Kota Tangsel beberapa waktu lalu. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Kondisi armada pemadam kebakaran (Damkar) Kota Tangsel, menjadi perhatian serius Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. Dari total 16 unit kendaraan yang dimiliki, hanya enam unit yang masih dinilai layak fungsi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakankan, kondisi tersebut terungkap saat Wali Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap armada Damkar beberapa waktu lalu.

Sidak dilakukan setelah pihaknya melaporkan keterbatasan armada kepada Wali Kota. Saat itu, petugas Damkar harus menangani kejadian kebakaran di tiga lokasi baik rumah maupun tanah kosong, sehingga penanganan kebakaran lahan di kawasan Pisangan sempat terkendala.

“Kita kan ngeduliin rumah dong daripada lahan. Akhirnya saya tinggalin dulu kebakaran di tanah kosong di Kelurahan Pisangan itu. Saya sekalian lapor Pak Wali, izin kondisi unit kita terbatas,” ujarnya kepada Mimggu, Minggu (13/9).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wali Kota kemudian meminta seluruh armada dikumpulkan untuk diperiksa. Dalam sidak itu, Wali Kota juga meminta keterangan langsung dari para pengemudi mengenai kondisi kendaraan yang mereka gunakan.

Dari total 16 unit armada Damkar, dua unit di antaranya tidak dapat digunakan. Sementara enam unit masih layak fungsi. Damkar juga mendapat dukungan satu unit kendaraan rescue, satu unit Dalmas dan satu ambulans, namun kendaraan pendukung tersebut juga dinilai sudah tidak layak atau tidak dalam kondisi storing.

“Kalau ada kerusakan di jalan, unit storing masuk. Kalau komando memang butuh pengawal. Ambulans ada kalau ada kecelakaan atau kebakaran,” tambahnya.

Untuk memperkuat kesiapan armada hingga 2029, pihak Damkar telah menyusun usulan pengadaan dan peremajaan kendaraan. Rencananya, dua pos baru akan dibangun sehingga membutuhkan tambahan empat unit kendaraan.

Selain itu, kendaraan lama yang sudah berusia tua dan mengalami kerusakan berat akan diganti. Secara keseluruhan, usulan yang disiapkan yakni pengadaan 11 unit kendaraan baru dan tujuh unit kendaraan direkondisi.

Wali Kota meminta usulan tersebut disusun secara konkret dengan mencantumkan kebutuhan ideal dan kebutuhan minimal. Hal itu dilakukan agar pengadaan dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. “Kalau seandainya anggaran kita cukup, yang ideal. Kalau anggaran kita terbatas, ya yang minimal,” jelas ya.

Selain armada, peningkatan kompetensi personel juga menjadi perhatian. Saat ini, sekitar 60 persen personel Damkar disebut telah memiliki sertifikasi kompetensi. Pemkot Tangsel didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan sertifikasi petugas agar pelayanan penanganan kebakaran semakin optimal.

Di sisi lain, Damkar juga mengusulkan pengadaan alat komunikasi dan repeater baru melalui anggaran perubahan. Perangkat tersebut nantinya memiliki kapasitas untuk mendukung komunikasi hingga 50 unit.

Sementara repeater lama masih dapat digunakan, tetapi kemampuan jangkauannya dinilai sudah tidak optimal. "Nantinya perangkat lama direncanakan dapat dimanfaatkan oleh relawan pemadam kebakaran (Redkar)," tuturnya.

Dengan pembenahan armada, penambahan pos, peningkatan kompetensi personel, serta penguatan sistem komunikasi, Damkar Kota Tangsel ditargetkan memiliki kesiapan operasional yang lebih baik dalam menghadapi kejadian kebakaran hingga 2029. (bud/esa)

Sumber: