Setu Jadi Wilayah Paling Rawan Kekeringan

Kamis 16-07-2026,21:31 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, SETU — Musim kemarau mulai berdampak di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan. Kecamatan Setu menjadi daerah yang paling rawan dan mendapat perhatian karena kembali mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Essa Nugraha mengatakan, Kecamatan Setu merupakan wilayah yang setiap tahun berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.”Kecamatan Setu masuk dalam wilayah dengan tingkat bahaya kekeringan sedang. Terdapat sekitar 1.246,23 hektare wilayah yang masuk kategori bahaya rendah dan 432,09 hektare berada dalam kategori sedang,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (16/7).

Menurut Essa, Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan menjadi salah satu lokasi yang mulai merasakan dampak kemarau. Kawasan tersebut kerap mengalami kesulitan air bersih ketika curah hujan menurun. ”Wilayah lain di enam kecamatan di Kota Tangsel masih berada dalam kategori bahaya rendah berdasarkan histori kekeringan dan kondisi curah hujan,” tambahnya.

Essa menjelaskan, musim kemarau tahun ini perlu diwaspadai karena berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau diperkirakan lebih kering dibandingkan rata-rata dalam 30 tahun terakhir.”Kemarau kali ini diprediksi lebih kering dibandingkan rata-rata musim kemarau selama 30 tahun terakhir di Indonesia. Karena itu kami terus meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kota Tangsel telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak di Kampung Koceak, RT 2/1, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.”Sebanyak 4.000 liter air bersih telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan 20 kepala keluarga yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih,” tuturnya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila terjadi kekeringan di wilayahnya agar bantuan dapat segera disalurkan. Dalam penanganan kekeringan, BPBD Kota Tangsel akan menggandeng sejumlah penyedia sumber air bersih, seperti perusahaan air minum, pengelola kawasan perumahan, hingga perusahaan swasta yang selama ini turut membantu saat terjadi bencana kekeringan.

Selain distribusi air bersih, BPBD juga memiliki alat penyulingan air yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi darurat. ”Peralatan ini telah diuji dan dinyatakan layak digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat,” tutupnya.(bud)

Kategori :