23 Kecamatan di Kabupeten Lebak Rawan Air Bersih

Selasa 02-06-2026,21:34 WIB
Reporter : Ahmad Fadilah
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak me­ngaku bulan ini sudah ma­suk musim kering atau ke­marau dan puncaknya di­per­kirakan hingga Agustus 2026. Menghadapi musim ke­marau tersebut, BPBD telah melakukan pemetaan, dari 28 kecamatan yang ada, 23 ke­camatan masuk daerah ra­wan kekeringan dan dipas­tikan masyarakat di daerah itu kesulitan air bersih.

Sukanta, Kepala BPBD Kabu­paten Lebak mengatakan, ber­dasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ancaman godzilla El Nino atau kemarau ekstrem akan terjadi hingga Agustus 2026. Dan 23 keca­matan yang masuk daerah rawan air bersih akibat kema­rau yaitu Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, Cirinten, Wa­nasalam, Cilograng, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Ka­langanyar, Cibeber, Maja, Sajira, Banjarsari, Pang­garang­an, Cijaku, Cipanas, Curug­bitung, Bojongmanik, dan Malingping.

"Jika masyakat sudah ada yang terdampak, kami siap mendistribusikan air bersih dengan terlebih dulu mela­porkannya melalui desa atau kecamatan setempat," kata Sukanta, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (2/6).

Menurut dia, BPBD Kabu­paten Lebak terus memantau dan koordinasi ke sejumlah kecamatan, namun pihaknya sejauh ini belum menerima laporan warga kesulitan air bersih maupun petani yang mengalami kekeringan.

"Untuk antisipasi, kita telah menyiapkan tiga armada truk tangki air," ujarnya.

Lanjutnya, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih karena berbagai faktor, di an­taranya belum tersentuh jaring­an pelayanan PDAM, juga ke­ter­sediaan air bawah tanah yang menyebabkan sumur tim­ba dan jetpump tidak me­nge­luarkan air akibat kemarau.

"Relawan kami yang ada di setiap kecamatan siaga selama 24 jam untuk membantu ma­syarakat yang kesulitan air bersih atau ada hal lain terkait kebencanaan," paparnya.

Sementara itu, Edi, warga Kecamatan Wanasalam me­nyatakan di wilayahnya jika musim kemarau panjang di­pastikan kesulitan air bersih. Bahkan, saat ini sumur bawah tanah mulai terjadi penyusutan air sejak beberapa pekan, kare­na di daerah ini tidak diguyur hujan.

"Iya dalam waktu dekat kami akan meminta bantuan pasok­an air bersih kepada BPBD setempat," ucapnya. (fad)

Kategori :