BJB

Kekeringan Menjalar, Kolaborasi Distribusi Air Bersih

Kekeringan Menjalar, Kolaborasi Distribusi Air Bersih

DISTRIBUSI: BPBD menyalurkan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan di Kabupaten Tangerang.-Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Dampak musim kemarau sudah meluas di Kabupaten Tangerang. Total ada sembilan kecamatan yang kekurangan air bersih.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan penyaluran air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan terus dilakukan. Hingga saat ini, distribusi air bersih telah menjangkau sembilan kecamatan berdasarkan laporan dari pemerintah kecamatan dan desa.

Kata dia, langkah tersebut merupakan respons cepat pemerintah daerah menyusul musim kemarau. Di mana, menurut Maesyal, musim kemarau berlangsung cukup panjang sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Menurut prediksi BMKG, El Nino ini waktunya cukup panjang. Karena itu kami bersama para camat terus melakukan pendataan sekaligus menyiapkan berbagai langkah penanganan," katanya, Kamis, 30 Juli 2026.

Selain itu, distribusi air bersih terus dilakukan melalui kolaborasi antara Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR), Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim), serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Berdasarkan data pengiriman air bersih selama Juli 2026, bantuan telah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak, di antaranya Kecamatan Panongan, Legok, Tigaraksa, Pagedangan, Cikupa, Mekarbaru, Curug, Sukadiri, Rajeg, Balaraja, dan wilayah lainnya.

Maesyal memastikan ketersediaan stok air bersih masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, meski debit air baku di Sungai Cisadane mulai mengalami penurunan akibat musim kemarau.

"Alhamdulillah stok air bersih masih ada. Walaupun air baku di Cisadane mulai berkurang, kami berharap hujan segera turun agar pasokan air baku kembali tersedia," ujarnya. (sep/apw)

Sumber: