TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah meninjau lokasi banjir dan memastikan penanganan bencana di di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak dilakukan dengan cepat dan tepat, Senin (18/5).
Amir yang didampingi Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Sosial, Dinas PUPR, BPBD, serta unsur Forkopimcam Cipanas menyusuri area pemukiman yang terdampak dan berdialog langsung dengan warga di lokasi terdampak.
"Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa Pemerintah Kabupateh Lebak hadir di tengah kesulitan warga. Fokus utama kita saat ini adalah keselamatan warga, evakuasi ke tempat yang aman, dan pemenuhan kebutuhan logistik dasar," katanya.
Dalam instruksinya, Amir menekankan dua hal utama yaitu percepatan evakuasi dan logistik serta mitigasi dan pendataan akurat. Ia meminta BPBD dan pihak kecamatan segera memetakan kerusakan infrastruktur serta mendata kerugian warga secara akurat agar langkah pemulihan (recovery) bisa langsung usulkan dan ditanggulangi.
"Saya minta jangan sampai ada warga korban banjir tidak mendapatkan bantuan, untuk itu cek semua rumah warga yang terdampak," paparnya.
Menurut Amir, banjir di Kecamatan Cipanas ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang menyebabkan meluapnya sungai.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sepanjang bantaran sungai dan daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan," tuturnya.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama menyatakan, kerugian akibat bencana banjir dan longsor di 11 desa untuk sementara sebesar Rp618 juta yang dihitung dari kerusakan 37 rumah, 50 hektare sawah padi siap panen, Jalan usaha tani dan jembatan yang tergerus luapan banjir.
"Data kerugian sebesar Rp618 juta tersebut yang masuk perhari kemarin (Minggu), untuk hari masih dalam proses, karena saat ini tim masih melakukan penghitungan di lapangan, jadi kemungkinan besar kerugian akan bertambah karena banyak yang belum masuk," ucapnya. (fad)