Pos Lansia, Layani Kesehatan Hingga Pemberdayaan

Minggu 03-05-2026,20:48 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG UTARA — Pemkot Tangsel terus memperkuat layanan bagi lanjut usia (lansia) melalui peresmian Pos Lansia Selada di Perumahan Eka Bakti, Kelurahan Pondok Jagung, Serpong Utara, Kamis (30/4). Peresmian ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lansia ke-30.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, Posyandu lansia di Kota Tangsel tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi serta pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia.

Posyandu lansia menjadi wadah pelayanan terpadu yang menyasar aspek fisik, mental, hingga sosial para lansia. "Posyandu lansia ini merupakan pelaksanaan peran lansia melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta pemberdayaan agar kualitas hidup mereka tetap terjaga," ujarnya, Kamis (30/4).

Allin menambahkan, dalam pelaksanaannya layanan yang diberikan cukup komprehensif. Mulai dari pemeriksaan kesehatan fisik hingga skrining sederhana untuk mendeteksi risiko penyakit. Pemeriksaan tersebut mencakup kemampuan pendengaran, kognitif, daya ingat, hingga kondisi psikologis seperti suasana hati (mood).

Selain itu, tersedia pula layanan konsultasi psikologis, baik untuk lansia maupun pendampingnya. Hal ini dinilai penting karena peran caregiver atau pendamping lansia juga perlu mendapat perhatian, terutama dalam menjaga kesehatan mental. 

"Pendamping lansia juga harus diperhatikan. Mereka membutuhkan dukungan agar tetap mampu merawat lansia dengan baik," tambahnya.

Tak hanya itu, Pos lansia juga menyediakan kegiatan olahraga serta program pemberdayaan, seperti pelatihan kerajinan. Bahkan, terdapat inovasi berupa sekolah mitra, di mana para lansia dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Di sektor kesehatan, layanan lanjutan juga disiapkan. Jika ditemukan indikasi penyakit tertentu, lansia akan mendapatkan tindak lanjut, seperti pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi kondisi jantung.

"Kalau dari hasil skrining ditemukan risiko, langsung ditindaklanjuti. Misalnya hipertensi, bisa dilakukan pemeriksaan EKG untuk memastikan kondisi jantung," jelasnya.

Program ini juga mengedepankan konsep pemberdayaan masyarakat. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara pelaksanaan kegiatan melibatkan partisipasi aktif warga.

Diketahui, kategori lansia dimulai dari usia 60 tahun ke atas. Dengan adanya Posyandu lansia, diharapkan para lanjut usia di Tangsel dapat hidup lebih sehat, mandiri, aktif, produktif, serta tidak bergantung pada keluarga. "Harapannya, lansia di Kota Tangsel bisa tetap sehat, bahagia, dan berdaya," tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pembentukan Pos Lansia merupakan salah satu target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

"Melalui Pos Lansia ini, pemerintah ingin hadir untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan para lansia. Temanya lansia smart, sehat, mandiri, aktif, dan produktif," ujarnya.

Benyamin menambahkan, Pemkot Tangsel menargetkan pembentukan sebanyak 35 Pos Lansia pada tahun ini yang akan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah. Targetnya tahun ini 35 Pos Lansia bisa terbentuk. "Tapi ini perlu partisipasi semua pihak, bukan hanya lansia, tapi juga tenaga kesehatan, psikolog, hingga komunitas," tambahnya.

Menurutnya, di Pos Lansia layanan yang diberikan tidak hanya pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga pemeriksaan lanjutan seperti jantung menggunakan elektrokardiograf (EKG), serta kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan kerajinan.

Kategori :