TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah memimpin Rapat Fokus Grup Discussion (FGD) bersama sejumlah kepala OPD. Rapat tersebut terkait tindak lanjut rekomendasi kajian peningkatan kesejahteraan masyarakat kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), kehutanan (Perhutani), dan perkebunan (PTPN). Rapat dilakukan di Ruang Kerja Wakil Bupati Lebak, Rabu (22/4).
Dalam arahannya, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi hasil kajian yang telah disusun. Ia menyampaikan bahwa keberadaan kawasan TNGHS harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, tanpa mengesampingkan aspek kelestarian lingkungan.
“Melalui FGD ini, kita ingin memastikan bahwa setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara konkret dan terukur, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lebih Lanjut, Amir mengatakan, kemiskinan masyarakat di sekitar kawasan TNGHS, Perhutani, dan PTPN bersifat struktural dan tidak hanya disebabkan oleh kurangnya bantuan konsumtif jangka pendek.
"Masyarakat yang hidup di kawasan TNGHS, Perhutani dan PTPN mempunyai hak yang sama, sehingga jangan sampai kita dinilai mengabaikan mereka," ujarnya.
Lela Gifty, Plt Kepala Dinsos Lebak mengaku, berdasarkan hasil kajian, terdapat temuan utama penelitian diantaranya keterbatasan ekonomi struktural, prioritas kebutuhan masyarakat, kesenjangan akses layanan dasar, peran program pemerintah, serta tantangan tata kelola kawasan.
"FGD ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lebak dengan para pemangku kepentingan, khususnya dalam merumuskan langkah strategis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar kawasan TNGHS," ucapnya. (fad)