Pemprov Diminta Tekan Pernikahan Usia Dini

Rabu 01-04-2026,21:46 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) meminta Pemprov Banten termasuk kabupaten/kota yang ada untuk melakukan upaya dalam menekan kasus pernikahan usia dini.

Hal itu diung­kap­kan Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kese­hatan Reproduksi Kemen­duk­bangga, Wahidin usai meng­hadiri Rapat Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana Provinsi Banten 2026, di Pen­dopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (1/4).

Wahidin mengatakan, kasus angka pernikahan di usia di Indonesia masih menjadi per­hatian pemerintah. Sebab le­wat pernikahan di usia tidak ideal akan menyumbang angka kematian ibu, bayi, dan stunting.

"Angkanya itu 20 banding 1.000, artinya tidak terlalu banyak tapi masih ada, dan ini menjadi tugas kita juga di Kementerian," katanya kepada awak media.

Maka dari itu, ia meminta kepada pemerintah daerah untuk terus berupaya menekan angka pernikahan dini. 

"Ini tugas kita, kalau bisa sampai zero ya pak gubernur," ujarnya.

Ia mengaku, salah satu pe­nyebab adanya pernikahan dini yakni tingkat pendidikan yang masih rendah.

Ia juga mendukung penuh program Sekolah Gratis Swasta yang dicanangkan oleh Pem­prov Banten.

"Biasanya warga yang tidak melanjutkan pendidikan atau sekolah lebih memilih untuk menikah, maka ini harus terus disosialisasikan," ungkapnya.

Tak hanya itu, Wahidin juga menekankan agar pemerintah daerah menerjemahkan visi misi pak Presiden untuk me­ningkatkan Sumber Daya Ma­nusia (SDM) khususnya dalam pembangunan ke­pendudukan.

"Saat ini kementerian kami juga bertransformasi dan me­miliki tugas tambahan seperti membangun program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk bayi dan ibu hamil," tuturnya. 

Sementara itu Gubernur Banten, Andra Soni, menga­takan keluarga menjadi orga­nisasi paling dasar yang harus menjadi perhatian dalam setiap kebijakan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program ditentukan oleh ketangguhan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

"Jadi segala kebijakan dan program itu akan terlaksana dengan baik bilamana kita memiliki keluarga-keluarga yang tangguh," katanya.

Program Bangga Kencana dapat berkolaborasi lintas sektor termasuk dengan Tim Penggerak PKK dalam upaya peningkatan kualitas keluarga. Khususnya, dalam pemenuhan layanan kesehatan ibu hamil dan penguatan program ke­luarga berencana.

"Dan saya yakin dan percaya bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga," katanya.

Kategori :