TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemkab Lebak menghibahkan tanah seluas 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen yang berlokasi di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.
Pembangunan SR permanen ini merupakan bagian dari program nasional, dan Pemkab Lebak menargetkan pembangunan gedung SR rampung pada Juni 2026.
"Pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Saat ini dalam proses pematangan lahan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Clerita saat dihubungi wartawan, Minggu (29/3).
Kata Lela, progres pembangunan SR di Kabupaten Lebak saat ini masih terus berjalan, dan dia memastikan proses pembangunan berlangsung sesuai rencana.
“Untuk Kabupaten Lebak, sesuai arahan dan hasil rapat dengan Kemensos pembangunan Sekolah Rakyat permanen ditarget selesai Juni 2026 ini, dan sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala yang berarti,” ujarnya.
Lela menjelaskan, tanah yang telah disiapkan dengan luasan 8,8 hektare akan dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan gedung sekolah beserta fasilitas pendukung lainnya. Sekolah tersebut direncanakan menjadi SR terpadu.
“Jadi, jika nanti gedung baru sudah selesai sesuai rencana, maka siswa Sekolah Rakyat yang berjumlah 200 orang akan kita pindahkan berikut tenaga gurunya," paparnya.
Menurut Lela, untuk fasilitas yang saat ini digunakan siswa seperti kasur, tempat tidur, lemari dan lainnya, akan menjadi aset Pemkab Lebak. Karena, di gedung yang baru nanti sudah disiapkan fasilitas yang baru.
"Kalau gedung yang saat ini dipakai KBM, memang statusnya pinjam pakai," tutur Lela.
Lela menyebutkan, untuk SR tingkat menengah atas (SMA), kegiatan belajar mengajar dipusatkan di Gedung Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten yang berada di Rangkasbitung.
Sementara itu, untuk SR tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah Pertama (SMP), proses pembelajaran dipusatkan di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak.
“Untuk jenjang SD dan SMA, kegiatan belajar mengajar dipusatkan di gedung kompleks BLK Disnaker yang berlokasi Desa Sindang Mulia, Kecamatan Maja,” ungkapnya.
Al Kadri, Asda I Pemkab Lebak menambahkan, penggunaan gedung sementara saat ini dilakukan agar hak peserta didik untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi sambil menunggu rampungnya pembangunan gedung permanen.
SR permanen yang saat ini tengah dibangun tersebut nantinya akan menjadi SR terpadu di Kabupaten Lebak.
Diharapkan nantinya pembangunan SR permanen ini dapat meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Seluruh jenjang pendidikan akan terintegrasi dalam satu kawasan.