Menurutnya, keberhasilan program ini juga memerlukan komitmen dan pengawasan bersama agar masalah sampah bisa ditangani dengan baik, termasuk memanfaatkannya menjadi sumber energi alternatif. Komunikasi antar daerah harus terus dibangun mengenai pengelolaan sampah di masing-masing tempat.
“Diperlukan komitmen berkelanjutan, koordinasi intensif, serta pengawasan agar pelaksanaan berjalan efektif dan akuntabel,” jelasnya.
Gubernur Andra juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam penanganan sampah. Selama proses pembangunan fasilitas PSEL, pemerintah akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah guna mengurangi volume sampah secara signifikan.
“Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Pemilahan sampah harus terus dilakukan agar volume sampah bisa ditekan,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meyakini adanya program PSEL dapat menangani persoalan sampah di 29 kecamatan di Kabupaten Serang.
Hal itu disampaikannya usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS), antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, Pemkot Serang, Pemkot Cilegon, dan Pemkab Serang tentang penyelenggaraan PSEL di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Jumat.
Zakiyah mengatakan, program PSEL merupakan milik pemerintah pusat melalui Kemen LH) dengan tujuan menyelesaikan masalah sampah yang dapat didaur ulang menjadi energi listrik yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.
Khusus di Kabupaten Serang, permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
"Kita mengetahui bersama bahwa Kabupaten Serang sampahnya sangat banyak, namun adanya program PSEL ini maka masalah sampah semakin bisa terselesaikan. Sehingga diharapkan dapat berjalan sampai tuntas," katanya.
Kata Zakiyah, lokasi PSEL akan dibangun di Kota Serang tepatnya di TPSA Cilowong, Kecamatan Taktakan, yang akan menampung sampah dari Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang sekitar 2.000 ton.
"Jadi ini kita aglomerasi Serang Raya, sampah dari Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang, dijadikan satu diangkut ke PSEL," ujarnya. (mam/agm)