Pusat Dorong Percepatan PSEL, Siap Tampung 4.000 Ton Sampah Per Hari

Minggu 29-03-2026,20:40 WIB
Reporter : Syirojul Umam/Agung Gumelar
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Pusat mendorong per­cepatan proyek pengo­lahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang difokuskan pada dua wilayah aglomerasi, yaitu Tangerang Raya dan Se­rang Raya. Kedua PSEL tersebut diyakini dapat me­nampung sampah de­ngan kapasitas men­capai 4.000 ton per hari.

Percepatan tersebut ditin­daklanjuti melalui penanda­tanganan Kerjasama antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Pemprov Ban­ten, dan pemerintah kabu­paten/kota yang ada di Banten. 

Penandatangan dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni, dan bersama Pemkot Serang, Pemkot Cilegon, dan Pemkab Serang, dan dihadiri langsung oleh Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, di Pen­dopo Gubernur Banten, Ka­wasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat (27/3).

Hanif mengatakan, ke­sepakatan ini menjadi bagian dari langkah besar mendukung kebijakan nasional dalam pe­nanganan sampah. Ia me­ngungkapkan, potensi sampah yang akan diolah dari dua kawasan Provinsi Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari.

“Bapak Gubernur Andra So­ni bersama bupati/wali kota di Serang Raya dan Tange­rang Raya telah menyepakati duku­ngan terhadap kebijakan presiden dalam penyelesaian sampah di daerah. Ke depan sampah tersebut akan di­reduksi menjadi energi listrik,” katanya.

Ia menjelaskan, proyek pe­manfaatan sampah ini men­jadi solusi jangka panjang dalam mengatasi perma­salahan sampah di Banten. Meski begitu pembangunan fasilitas pengolahan tersebut membutuhkan waktu yang diperkirakan sekitar 2,5 hingga 3 tahun.

“Sejak dimulainya peletakan batu pertama sampai ope­rasionalnya biasanya me­makan waktu 2,5 tahun sampai 3 tahun. Untuk itu masih ada waktu tiga tahun yang harus kita persiapkan dalam pe­nanganan sampah,” ujarnya.

Karena proses yang tidak sebentar, maka Hanif meminta langkah awal dalam penguatan sistem pemilahan sampah di daerah. Sebab menurutnya, tanpa pemilahan yang baik maka biaya pengolahan dinilai akan meningkat dan ber­potensi membebani anggaran daerah.

“Seapapun teknologi yang kita gunakan, fondasi dasar adalah sampah itu terpilah. Tanpa sampah terpilah, maka biayanya akan cukup besar,” tegasnya.

Ia mengaku, saat ini proyek PSEL masih dalam tahap pe­nyusunan desain teknis dan verifikasi kesiapan proyek. Selanjutnya bila telah dite­tapkan melalui keputusan menteri, proses selanjutnya akan masuk ke tahap pele­langan yang dilakukan secara nasional.

“Maka nanti akan dilanjutkan dengan proses pelelangan. Ini memang membutuhkan waktu karena skalanya besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menga­takan bahwa PSEL tersebut direncanakan akan dibangun di dua daerah. Yakni di Jatiwa­ringin untuk wilayah Tange­rang Raya dan di Cilowong untuk Serang Raya.

“Alhamdulillah hari ini ta­hapan-tahapan untuk menga­rah ke realisasinya program nasional pembangkit listrik tenaga sampah sudah berjalan. Dua wilayah aglomerasi di Banten telah menyepakati komitmen bersama untuk realisasi program ini,” katanya.

Ia mengaku, program PSEL bukan hanya solusi pena­nganan sampah, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi daerah. Keberhasilan program ini akan bergantung pada sinergi antara peme­rintah pusat dan daerah.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam mewu­judkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kategori :