Gubernur Akan Gandeng Diaspora Untuk Pengembangan Banten

Minggu 29-03-2026,20:29 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten Andra Soni akan menggandeng diaspora, baik yang ada di dalam maupun luar negeri, untuk berkontribusi dalam pengembangan Provinsi Banten menjadi daerah yang lebih baik, khususnya dalam percepatan dan pemerataan ekonomi daerah.

Menurut KBBI, diaspora adal­ah orang tinggal dan menetap jauh dari negaranya untuk berbagai kepentingan (belajar, tugas, kerja, misi sosial, dan sebagainya).

Andra mengatakan, pemba­ngunan Banten untuk ke depan tidak bisa hanya mengandalkan APBD, melainkan membu­tuhkan sinergi luas, termasuk dari diaspora. 

“Kita butuh kolaborasi. De­ngan keterbatasan fiskal, setiap langkah pembangunan harus tepat sasaran dan berdampak,” katanya dalam kegiatan Kum­pul Jeung Dulur Diaspora Banten yang dirangkaikan dengan dialog interaktif “Rem­buk Ngariung Jeung Dulur” di Mercure Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/3).

Menurutnya, di tengah ber­bagai tantangan global dan keterbatasan fiskal daerah, Andra mengakui pembangunan tidak berjalan mudah. Konflik global, tekanan ekonomi, hingga dampak kemarau pan­jang menjadi tantangan nyata yang dihadapi Banten. Namun demikian, ia menegaskan op­timisme harus tetap dijaga.

“Kita harus jujur bahwa ruang fiskal terbatas. Tapi optimisme tidak boleh padam. Kita harus terus membangun,” tegasnya.

Maka dari itu, Andra Soni mengajak diaspora mengambil peran konkret dalam pem­bangunan daerah, mulai dari menjadi duta promosi, mentor bagi generasi muda, hingga mitra strategis investasi.

“Jarak boleh memisahkan kita, tapi cinta pada Banten akan selalu mempersatukan kita. Mari kita pastikan tidak ada lagi mimpi anak Banten yang terkubur karena kemis­kinan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Andra memaparkan sejumlah pro­gram konkret yang telah dan sedang berjalan, mulai dari pembangunan jalan desa se­panjang 67,87 kilometer de­ngan anggaran Rp184 miliar, hingga revitalisasi irigasi lebih dari 123 kilo­meter dengan dukungan APBN dan APBD.

Di sektor pendidikan, Pem­prov Banten menjalankan program unggulan Sekolah Gratis yang menjangkau lebih dari 60.705 siswa di 801 sekolah swasta, serta program “Satu Sarjana Satu Desa” untuk 1.238 desa.

Sementara itu, di tempat yang sama, Menteri Trans­migrasi, M Iftitah Sulaiman Sur­yanagara, mengatakan kesiapan kementeriannya un­tuk berkolaborasi dengan Pemprov Banten.

Ia mengaku, konsep trans­migrasi saat ini telah berubah, tidak lagi sekadar memin­dahkan penduduk, melainkan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

“Konsep transmigrasi seka­rang adalah membangun ka­wasan ekonomi baru. Kami bahkan sedang mencari lahan di Banten untuk pengem­bangan kawasan industri,” katanya.

Menurutnya, peluang terse­but terbuka lebar dengan du­kungan kerja sama antar­instansi, bahkan dengan pihak luar negeri. 

“Kami siap mendukung Pak Gubernur Banten. Apa pun yang dibutuhkan, dengan sumber daya yang kami miliki, kami siap bantu,” tegasnya. (mam)

Kategori :