TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) menyiapkan sekitar 180 stan pedagang dan 50 pedagang emperan untuk meramaikan Pasar Jedogan yang akan digelar selama tiga hari.
Kepala DinkopUKMperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan persiapan pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 85 persen. Panitia hanya tinggal mematangkan pembagian tugas serta melakukan pengecekan akhir terhadap kesiapan petugas di lapangan.
“Kami tinggal mengumpulkan para volunteer untuk mengurai tugas-tugas yang akan dilakukan oleh teman-teman volunteer, sekaligus mengecek kembali kesiapan para petugas,” kata Wahyu, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan, Pasar Jedogan rencananya digelar selama tiga hari, yakni pada 17, 18, dan 19 Maret 2026, di kawasan Pasar Lama Kota Serang.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah ruas jalan akan ditutup sementara guna mendukung kelancaran kegiatan. Penutupan jalan direncanakan mulai dari Aneka Swalayan hingga ke Blok D. “Jalan akan ditutup mulai dari Aneka Swalayan sampai ke Blok D,” ujarnya.
Menurut Wahyu, pedagang yang terlibat berasal dari berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner hingga fesyen. Seluruh aktivitas perdagangan akan tersebar di sepanjang kawasan Pasar Lama, dari Aneka Swalayan hingga Blok D. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga melibatkan sejumlah relawan yang bertugas membantu menjaga kebersihan serta keamanan selama acara berlangsung.
"Volunteer akan membantu baik dari sisi kebersihan maupun pengamanan,” katanya.
Ia menambahkan, konsep kegiatan Pasar Jedogan tahun ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan sebelumnya, seperti saat peluncuran kawasan Royal Baroe maupun kegiatan night market yang pernah digelar Pemerintah Kota Serang.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya memprioritaskan pedagang lokal, khususnya pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya dipindahkan ke kawasan Kepandean. Pemerintah juga memastikan tidak membuka kesempatan bagi pedagang dari luar daerah.
“Yang diprioritaskan adalah pedagang yang sebelumnya dipindahkan ke Kepandean. Selebihnya kami tidak menerima pedagang dari luar daerah,” jelasnya.
Meski demikian, pedagang dari kawasan Kepandean tetap diperbolehkan ikut berjualan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada pedagang yang terdampak penataan sebelumnya.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, potensi transaksi selama pelaksanaan Pasar Jedogan cukup besar. Dalam tiga hari kegiatan, nilai transaksi diperkirakan dapat mencapai Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
“Walaupun harga barangnya relatif murah, seperti Rp20 ribu atau Rp30 ribu, tapi jumlah transaksi cukup besar,” ujarnya.
Wahyu menegaskan, pemerintah tidak menargetkan pendapatan daerah dari kegiatan tersebut. Retribusi yang dikenakan kepada pedagang hanya mengikuti ketentuan yang berlaku tanpa pungutan tambahan.
Sementara itu, Tiara, warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang, menyambut baik pelaksanaan Pasar Jedogan yang kembali digelar tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut selalu menjadi salah satu tujuan warga untuk berbelanja menjelang Lebaran.