Banjir Mulai Surut, 3.947 Warga Periuk Terdampak Banjir

Rabu 11-03-2026,21:58 WIB
Reporter : Muhamad Najib Sibti
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, PERIUK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat, sebanyak 3.947 warga di Kecamatan Periuk terdampak banjir, akibat hujan lebat yang mengguyur beberapa hari kemarin. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar, menyatakan banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Periuk saat ini mulai berangsur surut. Warga sempat berada di sejumlah titik pengungsian, seperti aula kantor kecamatan, masjid, gedung MUI, dan sekolah sebagian besar telah kembali ke rumah masing-masing. 

"Warga yang sebelumnya mengungsi juga didominasi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi air berangsur turun," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar, Rabu, (11/3).

Sebelumnya, Banjir melanda kawasan Villa Mutiara Pluit di RW 009, RW 011, dan RW 013. Ratusan kepala keluarga terdampak. Sebagian warga sempat mengungsi ke balai warga, masjid, gedung posyandu, hingga ruko.

Banjir merendam sejumlah wilayah di tiga kelurahan, yakni Periuk, Gembor, dan Gebang Raya. Di beberapa titik, ketinggian air sempat mencapai sekitar tiga meter. Di Kelurahan Periuk, genangan terjadi di Perumahan Garden City RW 015 dan Perumahan Periuk Damai RW 008.

Di Kelurahan Gembor, banjir menggenangi kawasan Perum Total Persada Raya RW 007 dan RW 008. Sementara di Kelurahan Gebang Raya, air merendam Perum Taman Gebang Raya RW 006 dengan ketinggian yang lebih rendah.

BPBD Kota Tangerang juga melakukan percepatan, hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman mengatakan petugas gabungan masih melakukan percepatan penanganan genangan melalui pompanisasi di sejumlah titik.

"Kami melakukan percepatan penanganan melalui pompanisasi menggunakan lima pompa portabel," kata Andia.

Menurut dia, pompa tersebut berasal dari sejumlah instansi. Dua unit dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), satu dari Dinas Pemadam Kebakaran, satu dari Kecamatan Periuk, dan satu dari PUPR Provinsi.

Pompanisasi difokuskan untuk mempercepat penyusutan genangan di wilayah yang masih memiliki ketinggian air cukup dalam, terutama di kawasan Periuk Damai.

"Untuk wilayah Periuk Damai saat ini masih berada di titik terdalam dengan ketinggian sekitar satu sampai 1,3 meter. Kita optimalkan pompanisasi agar air bisa segera surut," ujarnya.

Di kawasan Villa Mutiara Pluit, air yang sebelumnya hampir mencapai atap rumah kini mulai menyusut. Sejumlah warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah untuk memeriksa kondisi bangunan sekaligus membersihkan sisa lumpur.

Sebagian warga terlihat menyapu lumpur yang terbawa banjir, mengeringkan perabot, serta menata kembali barang-barang yang sebelumnya terendam. Namun kondisi belum sepenuhnya pulih. Di beberapa gang, air masih menggenang sehingga mobilitas warga masih terbatas.

Andri, warga setempat, mengatakan air mulai berangsur turun sejak kemarin.

"Dari kemarin airnya sudah mulai turun. Tadi pagi juga makin surut, jadi kami langsung bersihin rumah karena ada lumpur dan sampah," kata dia.

Kategori :