Wagub Minta OPD Gercep Atasi Banjir
Sejumlah personel BPBD Banten melakukan penanganan banjir di sejumlah wilayah yang ada di Banten, Minggu (8/3). (BPBD BANTEN FOR TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bergerak cepat (gercep) menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
Instruksi disampaikan Dimyati menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir dan menyebabkan 62 desa dan kelurahan terendam banjir.
“Saya minta kepada semua OPD harus segera tanggap darurat untuk mengantisipasi banjir. Hujannya sangat deras, dari pagi sampai malam,” ujar Dimyati di Kota Serang, Senin (9/3).
Wagub mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang terdampak banjir di berbagai wilayah. Menurutnya, pemerintah harus hadir dengan cepat memberikan penanganan dan bantuan kepada warga.
“Karena itu semua dinas harus bergerak,” katanya.
Dimyati secara khusus meminta sejumlah perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan penanganan bencana segera turun ke lapangan.
Mulai dari dinas teknis penanganan bencana hingga ke penanganan sosial.
“Pertama Dinas Sosial, BPBD, PUPR, Perkim, dan semua dinas terkait saya minta aktif,” tegasnya.
Ia menambahkan, banjir yang terjadi di beberapa wilayah menunjukkan bahwa sejumlah kawasan di Banten memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Oleh karena itu, Dimyati menegaskan seluruh jajaran harus memiliki kepekaan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat seperti banjir.
“Kita harus punya sense of crisis terhadap kondisi ini,” katanya.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir yang terjadi pada 6–8 Maret 2026 telah berdampak pada 62 desa dan kelurahan di sejumlah wilayah Banten. Wilayah terdampak tersebar di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, serta Kota Cilegon.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Luthfi Mujahidin, mengatakan berdasarkan data yang diterima, banjir yang terjadi pada 6–8 Maret 2026 telah berdampak pada 26.263 warga yang ada di puluhan desa dan kelurahan di sejumlah wilayah Banten, dengan ketinggian hingga mencapai 100 meter.
Wilayah terdampak tersebar di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, serta Kota Cilegon.
"Kita masih terus melakukan pendataan yang lebih akurat," katanya.
Sumber:


