diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Wagub Minta OPD Gercep Atasi Banjir

Wagub Minta OPD Gercep Atasi Banjir

Sejumlah personel BPBD Banten melakukan penanganan banjir di sejumlah wilayah yang ada di Banten, Minggu (8/3). (BPBD BANTEN FOR TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Nata­kusu­mah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bergerak cepat (gercep) me­na­ngani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten.

Instruksi di­sam­paikan Dimyati me­nyusul hu­jan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak bebe­rapa hari terakhir dan menye­babkan 62 desa dan kelurahan terendam banjir.

“Saya minta kepada semua OPD harus segera tanggap da­ru­rat untuk mengantisipasi ban­jir. Hujannya sangat deras, dari pagi sampai malam,” ujar Dimyati di Kota Serang, Senin (9/3).

Wagub mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang terdampak banjir di ber­bagai wilayah. Menurutnya, pemerintah harus hadir de­ngan cepat memberikan penanganan dan bantuan ke­pada warga.

“Karena itu semua dinas harus bergerak,” katanya.

Dimyati secara khusus me­minta sejumlah perangkat dae­rah yang berkaitan lang­sung dengan penanganan bencana segera turun ke lapangan. 

Mulai dari dinas teknis pe­nanganan bencana hingga ke penanganan sosial. 

“Pertama Dinas Sosial, BP­BD, PUPR, Perkim, dan semua dinas terkait saya minta aktif,” tegasnya.

Ia menambahkan, banjir yang terjadi di beberapa wila­yah menunjukkan bahwa sejumlah kawasan di Banten memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Oleh karena itu, Dimyati me­negaskan seluruh jajaran harus memiliki kepekaan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat seperti banjir.

“Kita harus punya sense of crisis terhadap kondisi ini,” katanya. 

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ban­jir yang terjadi pada 6–8 Maret 2026 telah berdampak pada 62 desa dan kelurahan di sejumlah wilayah Banten. Wilayah terdampak tersebar di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, serta Kota Cilegon. 

Sementara itu, Kepala Pelak­sana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pro­vinsi Banten, Luthfi Mujahidin, mengatakan berdasarkan data yang diterima, banjir yang terjadi pada 6–8 Maret 2026 telah berdampak pada 26.263 warga yang ada di puluhan desa dan kelurahan di se­jumlah wilayah Banten, de­ngan ketinggian hingga mencapai 100 meter.

Wilayah terdampak tersebar di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, serta Kota Ci­legon.

"Kita masih terus melakukan pendataan yang lebih akurat," katanya.

Sumber: