Antisipasi Upal, BI Sebar Mobling Tukar Uang

Selasa 24-02-2026,22:04 WIB
Reporter : Abdul Aziz Muslim
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pekan perta­ma bulan suci Ramadan, la­yanan mobil keliling (Mobling) Bank Indonesia (BI) menda­tangi sejumlah daerah, salah satunya datang ke Kota Ta­ngerang. Kehadiran mobling ini salah satunya guna meng­antisipasi peredaran uang pal­su (upal).

Kehadiran mobling BI ke Kota Tangerang diserbu ma­syarakat yang ingin menu­karkan uang pecahan baru menjelang Idul Fitri 1447 Hij­riyah. Salah satu titik penu­karan yang dipadati warga di pelataran Masjid Al-Azhom, Puspemkot Tangerang, Selasa (24/2).

Terlihat, antusias masyarakat yang ingin menukar uang mem­buat antrian mengular. Melalui Program tahunan Se­marak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul fitri (SERAM­BI), Bank Indonesia (BI) me­mastikan kesiapannya dalam memenuhi lonjakan kebu­tuhan masyarakat dan per­bankan selama musim Lebar­an 2026. 

Salah satu petugas Layanan Keliling Bank Indonesia, Hen­drik menjelaskan, pihaknya memfasilitasi penukaran uang bagi masyarakat melalui Prog­ram Serambi setiap tahunnya pada momentum Ramadan.

Selain itu, kegiatan ini  ber­tujuan untuk menjamin keter­sediaan uang tunai di tengah masyarakat sekaligus menekan risiko peredaran uang palsu yang kerap meningkat men­jelang hari raya.

”Kami ingin masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan tenang. Karena itu, melalui program SERAMBI, BI me­mastikan uang yang beredar adalah uang layak edar yang telah melalui proses sortir ketat,” ujar Hendrik saat dite­mui.

Dia mengimbau kepada ma­syarakat untuk hanya mela­kukan penukaran uang melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan. Layanan penu­karan uang baru ini akan ber­langsung hingga pertenga­han Maret 2026.

Masyarakat dapat mengakses layanan seperti layanan Kas Keliling BI, Platform digital PINTAR BI untuk pendaftaran antrean.

”Jangan menukar uang di pinggir jalan atau melalui per­orangan. Selain risiko seli­sih jumlah, risiko menda­pat­kan uang palsu jauh lebih be­sar. Periksa selalu kondisi fisik uang seperti tinta, water­mark, dan benang pengaman sebelum diterima,” tegas Hen­drik.

Selain uang palsu, Hendrik juga menyoroti praktik ilegal yang kerap marak, seperti Gesek Tunai (Gestun). Ia mem­pe­ringatkan bahwa prak­tik ini sangat berbahaya bagi keama­nan data pribadi nasa­bah.

”Gestun itu ilegal dan tidak dilindungi oleh otoritas keua­ngan. Kami sangat menya­rankan masyarakat meng­hin­dari iming-iming uang cepat dengan prosedur yang tidak jelas,” ujar Hendrik.

”Gunakanlah kanal pemba­yaran resmi agar data dan sal­do tetap aman,” pungkas­nya.

Silviana, warga Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tange­rang, rela mengantre  demi mendapatkan uang ”anyar” untuk dibagikan saat Lebaran nanti.

Silviana menjelaskan, bahwa untuk mendapatkan layanan tukar uang, dirinya harus me­lakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui sistem daring milik Bank Indonesia.

”Caranya kita masuk ke ap­likasi PINTAR BI. Kebetulan saya dapat kuota periode satu pada tanggal 13 kemarin. Un­tuk wilayah Banten, jadwal penukarannya memang hari ini, tanggal 24, di Al-Azhom,” ujar Silviana.

Kategori :