BJB

Pemkot Serang Ajak Pengembang Perbaiki Jalan

Pemkot Serang Ajak Pengembang Perbaiki Jalan

Penandatanganan kerja sama antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Badan Usaha Kota Serang, dan PT Agung Perkasa Land untuk perbaikan ruas Jalan Nambo–Ampel, di Puspemkot Serang--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pem­kot) Serang mengajak kala­ngan pengembang berpartisipasi dalam pembangunan infra­struk­tur melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah tersebut diawali dengan penan­datanganan kerja sama antara Dinas Pekerjaan Umum dan Pe­nataan Ruang (DPUPR) Kota Se­rang, Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Badan Usaha Kota Serang, dan PT Agung Perkasa Land untuk perbaikan ruas Jalan Nam­bo–Ampel, kecamatan Wa­lan­taka di Puspemkot Serang Kamis (23/7).

Perbaikan jalan tersebut meru­pakan bentuk kolaborasi peme­rintah dan dunia usaha dalam mendukung percepatan pemba­ngunan infrastruktur tanpa se­pe­­nuhnya bergantung pada Ang­garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ruas Jalan Nambo–Ampel yang akan diperbaiki memiliki panjang sekitar 253 meter dengan lebar enam meter.

Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan, Jalan Nambo–Ampel diprioritaskan ka­re­na kondisinya sudah meng­alami kerusakan dan membu­tuhkan penanganan.

"Kondisi Jalan Nambo–Ampel memang sudah membutuhkan perbaikan. Ruas jalan yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 253 meter dengan lebar enam meter," ujarnya.

Iwan menjelaskan, peran DPUPR dalam kerja sama ter­sebut sebatas menyiapkan kajian teknis sebagai dasar pelaksanaan pembangunan. Sementara pe­kerjaan fisik akan dilaksanakan oleh pihak perusa­haan melalui program CSR.

"Kami hanya melakukan kajian teknis. Pelaksanaan pem­ba­ngunan­nya dilakukan oleh pihak pe­rusahaan melalui program CSR. Pekerjaan yang dilakukan hanya berupa perbaikan badan jalan, tidak termasuk drainase," katanya.

Direktur Pondok Pengampelan Perumahan, Findi, mengatakan, keterlibatan perusahaan meru­pakan bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat, khu­sus­nya di wilayah sekitar kawas­an perumahan yang dikem­bangkan.

"Ini merupakan kontribusi kami melalui program CSR. Ka­mi me­mang mengalokasikan dana CSR untuk memberikan manfaat ke­pada masyarakat. Kebetulan jalan di sekitar ka­wasan kami kondisinya rusak, sehingga kami berinisiatif mem­bantu perbaikan­nya," ujarnya.

Menurut Findi, nilai bantuan yang akan dikucurkan diper­kirakan mencapai lebih dari Rp100 juta. Namun, besaran anggaran masih menunggu hasil kajian teknis dari DPUPR.

"Nilainya diperkirakan di atas Rp100 juta. Setelah kajian teknis selesai, pembangunan akan ka­mi laksanakan dengan pen­dam­pingan dan pengawasan agar hasilnya sesuai standar," pung­kasnya. (ald)

Sumber: