TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 2 Balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, tetap menjalankan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah selama bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa, sehingga tidak bersifat berat dan tidak menguras tenaga.
Kegiatan bersih lingkungan sekolah itu dilaksanakan secara terjadwal dan melibatkan seluruh siswa. Mereka membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, taman, serta area sekitar lingkungan sekolah. Mereka hanya melakukan tugas yang ringan seperti menyapu, merapikan meja dan kursi serta memungut sampah.
Kepala SMPN 2 Balaraja Lili Malihatussoliha menegaskan, kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan dan budaya sekolah yang terus dijaga, termasuk di bulan Ramadan. SMPN 2 Balaraja berharap para siswa tidak hanya disiplin dalam belajar, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.
“Kegiatan bersih-bersih ini sudah menjadi rutinitas dan budaya positif di sekolah kami. Ramadan bukan menjadi alasan untuk berhenti menjaga kebersihan. Namun tentu saja kami sesuaikan agar tidak memberatkan siswa yang sedang berpuasa,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, sekolah memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Menurutnya, kebersihan sekolah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk siswa.
“Kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Dengan terbiasa menjaga kebersihan, mereka akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah. Ini bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting dari pembelajaran di kelas,” katanya.
Lili juga menambahkan, kegiatan bersih-bersih dilakukan dalam waktu yang singkat dan tidak di bawah terik matahari langsung. Pihak sekolah mengatur jadwal agar siswa tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.
“Kami pastikan kegiatan ini ringan, tidak menguras energi, dan tetap dalam pengawasan guru. Tujuannya bukan untuk membuat siswa lelah, tetapi membiasakan mereka hidup bersih dan disiplin,” paparnya.
Menurutnya, menjaga kebersihan di bulan Ramadan justru menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. Lingkungan yang bersih, lanjut Lili, akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan menambah semangat siswa dalam menjalani aktivitas selama bulan penuh berkah tersebut.
“Kebersihan adalah bagian dari iman. Jadi kami ingin siswa memahami bahwa menjaga lingkungan sekolah tetap bersih juga merupakan bagian dari ibadah. Dengan sekolah yang bersih dan sehat, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih nyaman,” tutupnya.(ran)