BJB FEBRUARI 2026

SDN Buaran Bambu I Dorong Pembelajaran Teknologi Berbasis Internet

SDN Buaran Bambu I Dorong Pembelajaran Teknologi Berbasis Internet

TEKNOLOGI: SDN Buaran Bambu I telah menyiapkan siswa dalam pembelajaran teknologi agar siswa bisa tahu tentang perkembangan teknologi.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Buaran Bambu I, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Kabupaten Tange­rang, menegaskan pentingnya pembelajaran teknologi ber­basis internet bagi siswa sekolah dasar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan generasi muda agar tidak gagap teknologi di tengah perkem­bangan digital yang semakin pesat.

Saat ini, pembelajaran berba­sis teknologi sudah  diberikan kepada siswa agar siswa tidak tertinggal. Dalam pembelajaran tersebut, siswa diberikan arahan  agar tidak salah dalam meng­akses internet.

Kepala SDN Buaran Bambu I Arif Ropii mengatakan,  pe­ngenalan dan pemanfaatan internet dalam proses belajar mengajar sudah menjadi ke­butuhan. Penggunaan internet dalam pembelajaran dapat mem­bantu siswa mencari re­ferensi tambahan, mengakses materi pembelajaran interaktif, hingga mengenal berbagai informasi terbaru yang relevan dengan pelajaran di kelas. De­ngan demikian, siswa tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi juga dapat memperluas cakrawala pengetahuan.

“Di era digital seperti sekarang ini, anak-anak harus diperke­nalkan dengan teknologi sejak dini. Internet bukan hanya un­tuk hiburan, tetapi bisa men­jadi sumber belajar yang sangat luas. Kami ingin siswa tidak gagap teknologi dan mampu memanfaatkan internet secara positif untuk menambah wa­wasan mereka,” ujar Arif kepada Tangerang Ekspres, Kamis (19/2).

Arif menjelaskan, pihak seko­lah secara bertahap mulai meng­integrasikan penggunaan inter­net dalam kegiatan belajar. Guru diarahkan untuk mem­berikan tugas yang mendorong siswa mencari informasi dari sumber daring yang terpercaya, tentunya dengan pendam­ping­an.

“Kami mengarahkan para guru untuk membimbing siswa saat menggunakan internet. Anak-anak perlu diajarkan ba­gaimana cara mencari informasi yang benar, memilah sumber yang valid, dan memahami etika dalam dunia digital. Ini bagian dari literasi digital yang harus dibangun sejak sekolah dasar,” katanya.

Meski demikian Arif mene­gaskan, penggunaan internet di lingkungan sekolah tetap harus berada dalam peng­awas­an ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah siswa mengakses konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

“Internet itu seperti dua sisi mata pisau. Di satu sisi sangat bermanfaat, tetapi di sisi lain juga memiliki potensi risiko. Karena itu, pengawasan men­jadi hal yang wajib. Kami tidak ingin siswa membuka akses di luar kepentingan pembe­lajaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, sekolah juga berkoordinasi dengan orang tua agar pengawasan tidak hanya dilakukan di seko­lah, tetapi juga di rumah. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam mem­bentuk kebiasaan penggunaan internet yang se­hat.

“Kami mengimbau orang tua untuk ikut mendampingi anak saat menggunakan gawai di rumah. Pendidikan digital tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Harus ada sinergi an­tara guru dan orang tua,” ungkap Arif.

Selain itu, pihak sekolah juga memberikan pemahaman ke­pada siswa tentang bahaya pe­­nyalahgunaan internet, se­perti penyebaran hoaks, perun­dung­an siber, maupun kecan­duan gawai. Edukasi tersebut disam­paikan secara sederhana dan sesuai dengan tingkat pe­ma­haman siswa sekolah dasar.

“Anak-anak harus tahu bahwa tidak semua informasi di inter­net itu benar. Mereka harus belajar berpikir kritis. Kami ingin membentuk siswa yang cerdas secara akademik sekali­gus bijak dalam menggunakan teknologi,” lanjutnya.

Dengan langkah tersebut, SDN Buaran Bambu I berharap para siswa mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai positif. Pembelajaran teknologi ber­basis internet diharapkan men­jadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membekali siswa dengan kete­rampilan abad 21.

“Harapan kami, siswa SDN Buaran Bambu I tumbuh men­jadi generasi yang melek tek­nologi, kreatif, dan bertanggung jawab. Internet harus menjadi alat untuk belajar dan berkarya, bukan untuk hal-hal yang me­rugikan,” tutupnya.(ran)

Sumber: