TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Usai peluncuran program Tahsin bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Senin, 23 Februari 2026, Wali Kota Tangerang, Sachrudin tiba-tiba menatap ke arah langit-langit masjid Al Azhom. Ia mencermati beberapa titik rembesan air pada kubah ikonik kebanggaan warga Kota Tangerang tersebut.
Sachrudin mengakui bahwa faktor usia bangunan menjadi penyebab utama munculnya kendala teknis tersebut. Mengingat masjid ini telah berdiri tegak sejak lebih dari dua dekade lalu, perawatan ekstra kini menjadi kebutuhan mendesak.
”Masjid ini dibangun sejak tahun 2003 ya, sudah 20 tahun lebih. Memang sudah ada beberapa titik kubahnya mengalami kebocoran,” ujar Sachrudin di Masjid Al Azhom usai peluncuran program Tahsin bagi ratusan guru Pendidikan Agama Islam, Senin, 23 Februari 2026.
Meski ditemukan kebocoran, Sachrudin memastikan bahwa secara keseluruhan konstruksi bangunan masih dalam kondisi kokoh. Namun, tantangan utama terletak pada pencarian titik kebocoran yang sulit dideteksi secara kasat mata.
Menurutnya, secara struktur kubah masjid tersebut masih sangat bagus dan stabil. Namun banyaknya titik kebocoran dari rembesan air yang menyebar, sehingga sulit menentukan titik lubang utama secara spesifik.
”Saya sudah instruksikan Dinas Perkim untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh, untuk memastikan area mana saja yang perlu ditambal atau diganti.
Menurutnya, pihaknya juga telah instruksikan khusus kepada Dinas Perkimtan untuk menganggarkan perbaikan kubah Masjid Al Azhom yang bocor.
”Karena ini usianya sudah 20 tahun lebih, kita minta Perkim untuk melakukan penganggaran untuk perbaikan Masjid Al-Azhom ini,” tegasnya.
Sachrudin menambahkan, Pemkot Tangerang akan memulai perbaikan dengan proses perencanaan yang matang sebelum eksekusi fisik dilakukan.
”Nanti kita lakukan perencanaannya dulu. Mudah-mudahan secepatnya dapat kita lakukan perbaikan agar jamaah bisa beribadah dengan lebih nyaman,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Perkimtan, Decky Priambodo menyatakan, Pemkot Tangerang serius akan melakukan perbaikan besar pada kubah Masjid Al Azhom yang saat ini kondisinya bocor. Perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh terhadap kondisi konstruksi atap bangunan ikonik yang mulai mengalami kerusakan.
”Jadi karena faktor usia bangunan menjadi penyebab utama melemahnya struktur penyangga atap, sehingga memicu kebocoran di berbagai titik,” ungkap Decky.
Dia menyebut, pihaknya telah melakukan evaluasi mendalam sejak tahun lalu. Berdasarkan hasil kajian teknis, struktur utama bangunan tersebut dinilai masih sangat kokoh. Namun, permasalahan serius ditemukan pada komponen pendukung atau sistem ”reng” yang menjadi tempat melekatnya panel enamel.
”Struktur utamanya masih bagus, sistemnya masih kuat. Namun, reng-rengannya ini yang kalah terhadap usia. Sudah terkena karat sehingga tempat nyangkutnya enamel itu pada lepas semua,” ujarnya.
Menurutnya, sebenarnya perbaikan sementara sudah pernah dilakukan pada tahun 2022. Namun, karena kerusakan penyangga ini sudah merata di hampir seluruh bagian kubah, diperlukan penanganan yang lebih komprehensif daripada sekadar tambal sulam.