BJB FEBRUARI 2026

SDN Jurumudi 4 Hadirkan Program Durian dalam Giat Serasi

SDN Jurumudi 4 Hadirkan Program Durian dalam Giat Serasi

DURIAN: Siswa-siswi SDN Jurumudi 4 saat mengikuti kegiatan DURIAN (Dunia Literasi Anak), Senin (20/4).(Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, BENDA — SD Negeri Jurumudi 4  Kota Tangerang terus berinovasi dalam memperkuat fondasi pendi­dikan. Melalui kegiatan rutin yang dinamakan Serasi (Senin Literasi), sekolah berupaya menciptakan ekosistem belajar yang menye­nangkan sekaligus edukatif bagi seluruh peserta didik.

Pada kesempatan ini, kegiatan Serasi terasa lebih spesial karena adanya kolaborasi strategis dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang. Kerjasama ini menghadirkan la­yanan perpustakaan keliling yang membawa ribuan koleksi buku langsung ke halaman sekolah melalui program Durian (Dunia Literasi Anak).

Pada pagi hari, siswa telah ber­kumpul di area terbuka sekolah untuk menyambut kedatangan bus perpustakaan keliling yang membawa berbagai macam litera­tur menarik, mulai dari buku en­siklopedia, buku sains, hingga buku fiksi populer.

Kepala SDN Jurumudi 4, Mae­saroh mengatakan, sinergi dengan instansi terkait sangat penting untuk memberikan suasana baru bagi siswa. Menurutnya, meng­hadirkan perpustakaan keliling adalah cara efektif untuk memicu rasa ingin tahu anak terhadap buku-buku yang mungkin tidak mereka temukan di perpustakaan sekolah.

Selain itu, Maesaroh mene­kan­kan, sasaran utama dari kegiatan ini bukan sekadar aktivitas mem­baca rutin. Ia menilai, literasi seba­gai sebuah paket kompetensi yang harus dimiliki setiap individu agar mampu bersaing, dan berta­han di era informasi yang sangat cepat saat ini. ”Tujuan diada­kannya ke­giat­an ini adalah untuk mening­katkan kemampuan pe­serta didik dalam membaca, me­nulis, berpikir kritis, dan proses informasi secara bijak,” ujar Mae­saroh kepada Ta­ngerang Ekspres, Senin (20/4).

Maesaroh berharap, program Durian ini menjadi katalisator bagi perubahan perilaku siswa dalam memanfaatkan waktu luang. Ia menginginkan, agar buku kem­bali menjadi pilihan utama bagi anak-anak sehingga dapat me­nambah pengetahuan, dan wa­wasan anak-anak di se­kolah.

”Harapan saya setelah acara Durian ini, peserta didik agar le­bih giat lagi dalam membaca, baik itu membaca buku pelajaran ataupun buku referensi yang lain­nya seperti buku cerita dan lain-lain,” ungkapnya.

Bagi pihak sekolah, penguasaan literasi yang baik secara otomatis akan berdampak pada kemam­puan linguistik siswa. Maesaroh mengungkapkan, semakin banyak buku yang dilahap oleh anak-anak, maka kemampuan komu­nikasi dan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran juga akan mening­kat secara signifikan. ”Melalui ke­­­biasaan membaca ini, kami ingin anak-anak dapat menambah per­bendaharaan kata mereka. Dengan kosakata yang kaya, mereka akan lebih percaya diri dalam meng­ungkapkan ide dan pendapat di kelas maupun di lingkungan so­sialnya,” tutupnya.(duy)

Sumber: