Dia menuturkan, Pemkot Tangerang kini tengah mengkaji beberapa opsi teknis untuk perbaikan kubah Masjid terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Decky menekankan bahwa keputusan tidak bisa diambil secara sembarangan karena adanya perubahan standar keamanan bangunan, terutama terkait koefisien gempa.
”Kriteria desain sekarang sudah berbeda, koefisien gempa kita sudah beda. Ini jadi pertimbangan kami, apakah mempertahankan cover lama atau diganti dengan beban yang lebih ringan. Kita masih teliti risikonya,” jelasnya.
Terkait besaran anggaran, Decky belum bisa memberikan angka pasti karena bergantung pada pilihan material dan teknologi yang akan digunakan nantinya. Meski demikian, ia mengisyaratkan bahwa kebutuhan dana akan cukup besar mengingat spesifikasi bangunan yang khusus.
”Tahun ini kita evaluasi dan pemantapan pilihan. Dokumennya sudah lengkap, tinggal kita putuskan mana yang diambil karena ini berimplikasi pada anggaran. Jika diamanahkan dan anggarannya siap, mudah-mudahan tahun depan bisa mulai diperbaiki,” tutupnya. (ziz)