Tips Makan Sehat Selama Berpuasa

Kamis 19-02-2026,21:48 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

Ia juga menyarankan masya­rakat memilih karbohidrat kompleks saat sahur, seperti singkong atau ubi yang diku­kus, bukan digoreng. “Karbo­hidrat kompleks itu lebih ba­gus, misalnya singkong atau ubi. Dikukus jangan digoreng, kalau digoreng kolesterol naik. Kalau bisa makan beras merah juga bagus, kenyang lebih lama dan gula darah tidak meningkat cepat,” katanya.

Bagi masyarakat yang sehat, Fitria menyarankan pola ma­kan gizi seimbang, dengan memperbanyak protein serta sayur-sayuran. Menurutnya, terlalu banyak karbohidrat tanpa protein dapat menye­babkan gula darah naik men­dadak lalu turun drastis se­hingga tubuh cepat lemas.

“Karbohidratnya normalisasi 30 sampai 40 persen, kemu­dian ditambah protein. Pro­teinnya bisa ayam, ikan, da­ging, tahu tempe. Kalau tidak mau repot, telur itu jimat uta­manya,” terangnya.

Ia menambahkan, makanan seperti sop menjadi pilihan baik untuk sahur maupun berbuka karena mengandung sayuran dan membuat lam­bung lebih nyaman.

“Sop itu makanan yang ba­gus, karena isinya sudah ada sayuran, ditambah daging ayam atau sapi. Di perut juga nyaman,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan masyarakat menghindari ma­kanan yang memicu gas se­perti kol dan nangka saat sahur karena dapat menyebabkan perut kembung dan nyeri ulu hati selama puasa. “Makanan yang mengandung gas seperti kol dan nangka sebaiknya dihindari saat sahur. Karena nanti menghasilkan gas saat berpuasa, bisa kembung, nyeri ulu hati, begah,” terangnya.

Bagi penderita maag, Fitria menyarankan mengonsumsi obat lambung sebelum makan berat saat berbuka, sesuai arahan dokter. “Untuk yang punya maag, setelah konsumsi kurma atau minuman manis, bisa minum obat lambung dulu sebelum makan supaya lambung terlindungi. Bisa an­ta­sid atau omeprazole se­suai arahan dokter,” tuturnya.

Sementara bagi penderita diabetes maupun hipertensi, ia menegaskan tetap bisa men­jalankan ibadah puasa asalkan kondisi kesehatan terkontrol dan pengaturan obat dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. 

“Pasien diabetes juga boleh puasa, yang penting obat-obatannya konsultasi dulu dengan dokter. Obat apa yang diminum saat buka, obat apa saat sahur. Jadi walaupun diabetes atau hipertensi tidak mengurangi kemampuan ikut puasa, yang penting gula darah dan tekanan darah terkontrol,” tutupnya. (bud)

Kategori :