TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Lebak mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Komoditas yang paling terdampak antara lain telur ayam, gula, minyak goreng curah, hingga minyak goreng kemasan berbagai merek, termasuk Minyakita.
Badriyah, salah seorang pedagang sembako mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi sejak empat hari terakhir. Ia menyebutkan, harga telur ayam yang sebelumnya Rp28.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng curah naik dari Rp17.000 menjadi Rp18.000 per liter.
"Kalau minyak goreng kemasan semua merek naik. Minyakita sekarang sudah tidak sesuai HET, dijual Rp19.000 per liter, sama dengan minyak kemasan lainnya," katanya saat ditemui di lapak jualannya, Senin (9/2).
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan menurunkan omzet pedagang hingga 40-45 persen. Karena, membuat pembeli semakin berkurang.
"Sekarang sepi. Omzet turun sampai sekitar 45 persen. Harapannya harga bisa stabil lagi, supaya pasar ramai," ujarnya.
Masitoh(47), warga Rangkasbitung, usai belanja di Pasar Rangkasbitung, mengaku kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memberatkan, terutama bagi ibu rumah tangga seperti dirinya.
Ia menjelaskan, untuk menyiasati kondisi tersebut, dirinya mengaku membantu perekonomian keluarga dengan usaha kecil-kecilan, seperti berjualan gorengan dan makanan ringan untuk anak-anak.
"Ya, kadang usaha-usaha kecil-kecilanlah. Bantu-bantu usaha kecil. Ya, jualan gorengan, makanan anak-anak," tuturnya.
Yani, Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak membenarkan jika sejumlah kebutuhan pokok mulai naik. Hal tersebut dinilai sebagai anomali jelang hari besar Imlek dan Ramadan.
"Iya hukum pasar seperti ini, jika banyak permintaan pasti harga naik, dan kenaikan ini masih dinilai normal, biasanya di pertengahan Ramadan harga kembali normal," ucapnya. (fad)