Gudang Kimia Pestisida di Setu Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar
MEMADAMKAN API: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel berusaha memadamkan api yang membakar gudang yang menyimpan bahan kimia pembuatan pestisida di pergudangan Taman Tekno, Setu.(Tri Budi/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SETU — Gudang bahan kimia pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terbakar pada Senin (9/2).
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat aktivitas di gudang sedang tidak berlangsung. Namun hingga pukul 15.30 WIB, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya meski petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel telah berjibaku selama sekitar 11 jam.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Damkar Kota Tangsel Omay Komarudin mengatakan, pihaknya telah mengerahkan 14 unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kejadian tersebut.“Kita telah mengerahkan 14 unit mobil damkar tapi karena yang terbakar bahan-bahan kimia jadi api sulit dipadamkan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (9/2).
Omay menambahkan, dalam proses pemadaman pihaknya juga mendapatkan bantuan dua unit mobil damkar dari pengembang BSD City.
Ia mengaku petugas mengalami kendala karena di dalam bangunan gudang banyak tersimpan bahan kimia yang sulit dipadamkan hanya menggunakan air. Oleh sebab itu, petugas mengambil langkah khusus menggunakan pasir sebagai upaya terakhir untuk mengendalikan api.
“Kebakaran akibat bahan kimia ini tidak bisa dipadamkan hanya menggunakan air saja dan harus menggunakan cairan khusus. Tapi karena kita tidak punya maka kita menggunakan pasir untuk mengendalikan api,” tambahnya.
Selain material yang terbakar berupa bahan kimia, kendala lainnya adalah lokasi gudang yang cukup jauh dari sumber air, sehingga menyulitkan proses pemadaman. Hingga siang hari, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Kepulan asap tebal disertai bau menyengat juga masih terus berhembus dari lokasi kebakaran. Gudang yang terbakar diketahui milik PT Biotek Sarana Tama. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.“Kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar dan untuk penyebab kebakaran masih diselidiki,” tutupnya.
Sementara itu, warga atau saksi Vini mengaku, dirinya mendapat kabar adanya kebakaran tersebut sekitar pulul 05.00 WIB. ”Saya kan jualan kopi di sebrang gudang yang terbakar, saya sampai di warung jam 05.45 WIB,” ujarnya.
Vini menambahkan, saat dirinya tiba api masih berkobar besar dan belasan mobil damkar telah berada di lokasi. ”Infonya gedung yang terbakar ini merupakan gudang bahan-bahan kimia pestisida,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan, pihak masih melakulan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi dalam kasus kebakaran tersebut. Saksi yang dimintai keterangan berasal dari petugas keamanan sampai karyawan perusahaan yang berada di lokasi kejadian.“Ada 5 saksi yang kita periksa. Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran. Tapi, kami masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini,” ujarnya.
Dhady menambahkan, pihaknya akan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dalam proses pendalaman kasus kebakaran ini. “Untuk tindak lanjut dan pendalaman kita akan berkoordinasi dengan Puslabfor dan diharapkan akan menemukan penyebab pasti kebakaran ini,” tutupnya.(bud)
Sumber:

