Sachrudin Optimistis MRT Bisa Atasi Kemacetan

Kamis 05-02-2026,22:04 WIB
Reporter : Abdul Aziz Muslim
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemprov Banten dan Jakarta melakukan kerjasama pengembangan transportasi massal lintas wilayah hingga penanganan banjir.  Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara PT. MRT Jakarta (Perseroda)  dan sejumlah Pengembang Perumahan terkait Studi Potensi Kontribusi MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 rute Kembangan-Balaraja, di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2).

Kerjasama tersebut disambut baik Wali Kota Tangerang Sachrudin yang hadir mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pemkot Tangerang berkomitmen agar proyek strategis ini bisa memberi dampak positif bagi wilayah yang akan dilintasi jalur MRT. Menurutnya, kerjasama lintas wilayah ini akan mampu mengurangi kemacetan. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas wilayah ini. Menurutnya, keterlibatan pengembang dalam studi potensi MRT merupakan strategi cerdas untuk mempercepat realisasi infrastruktur.”Tentunya ini menjadi langkah besar bagi pemerintah Provinsi Banten khususnya Kota Tangerang. Kami sangat optimistis kerja sama ini bisa memberikan dampak besar yang akan membawa kemajuan daerah yang lebih baik khususnya bagi Kota Tangerang, serta Jakarta,” ujar Sachrudin.

Politisi Golkar ini  juga menegaskan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan di lapangan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga. Selain urusan transportasi, pertemuan di Balai Kota tersebut juga membahas isu krusial lainnya, yakni penanganan banjir dan pengelolaan sumber daya air. Sachrudin menekankan, bahwa proyek strategis nasional (PSN) ini harus berjalan selaras dengan perbaikan ekosistem lingkungan.”Diharapkan kerja sama yang bakal terjalin ini tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga menjadi model kolaborasi win-win solution dalam penanganan banjir. Sebab, ada juga kesepakatan penanganan banjir yang dijalin antara Banten dan Jakarta secara sinkron,” pungkasnya.

Senada dikatakan Gubernur Banten Andra Soni. Dia menyampaikan apresiasi atas dimulainya kerjasama tersebut sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan mobilitas harian masyarakat di wilayah perbatasan Banten–Jakarta. “Nota kesepahaman ini menjadi pembuka jalan bagi cita-cita bersama untuk menghadirkan transportasi massal yang terintegrasi,” ujar Andra Soni.

Menurut Andra Soni, kedekatan geografis dan tingginya pergerakan komuter dari Banten ke Jakarta menyebabkan tekanan lalu lintas di kedua wilayah terjadi secara bergantian pada jam sibuk.“Sebagian besar warga Banten bekerja di Jakarta. Pada pagi hari kepadatan terjadi di Jakarta, sementara pada malam hari bergeser ke Banten. Ketergantungan pada kendaraan pribadi perlu dikurangi,” tandasnya. 

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, kerjasama tersebut memberikan efek berganda di berbagai sektor, seperti penanganan kemacetan serta penanggulangan banjir di wilayah Jakarta dan Banten.“Inilah hubungan simbiosis mutualisme yang saya diskusikan dengan Gubernur Banten. Tidak hanya integrasi transportasi massal saja, tapi persoalan banjir juga bisa kita solusikan bersama,” kata Pramono.

“Ada Bendungan Polor yang berada di perbatasan Jakarta dan Banten, yang rencananya akan diperluas sehingga dapat menjadi infrastruktur pengendali banjir sekaligus sumber air bersih bagi warga sekitar,” tutupnya.(zis)

Kategori :