Paramount Land Ambil Peran Kurangi Kemacetan Lewat Proyek MRT Kembangan–Balaraja
Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi menandatangani nota kesepahaman dengan PT MRT Jakarta.--
TANGERANGEKSPRES.ID - Pengembangan jalur MRT Lintas Timur–Barat rute Kembangan–Balaraja menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas transportasi massal antara Jakarta Barat dan Banten.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) sebagai langkah awal percepatan integrasi wilayah.
Kerja sama ini tidak hanya diposisikan sebagai proyek infrastruktur, tetapi sebagai upaya strategis membangun sistem transportasi publik yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan barat Jakarta hingga Tangerang.
Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi menyampaikan bahwa kehadiran MRT di koridor Kembangan–Balaraja akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup.
“Pengembangan MRT ini kami pandang sebagai momentum penting untuk memperkuat konektivitas kawasan. Transportasi massal akan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, serta menekan polusi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Paramount Land siap bersinergi dengan pemerintah dan MRT Jakarta untuk memastikan pengembangan kawasan berjalan sejalan dengan prinsip kota berkelanjutan dan berorientasi transportasi publik.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menambahkan, penjajakan kerja sama ini merupakan wujud nyata mandat MRT Jakarta dalam membangun dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman, andal, serta terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.
“Interkonektivitas menjadi kunci. Untuk mewujudkan sistem transportasi publik yang kuat, MRT Jakarta harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi yang sama dalam melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group dengan masa kerja dua tahun untuk menyusun rencana pengembangan jalur MRT Kembangan–Balaraja, termasuk integrasi kawasan di sepanjang koridor tersebut.
Proyek MRT Kembangan–Balaraja yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini direncanakan memiliki jalur sepanjang sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun dan satu depo di Balaraja, serta menggunakan konstruksi jalur melayang. (*)
Sumber:

