Pengangguran Bertambah 17,66 Ribu, 760,86 Ribu Warga Banten Miskin

Kamis 05-02-2026,22:01 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Andi Suhandi

Pada September 2025, rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi Banten memiliki 5,17 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp3.698.039/rumah tangga miskin/ bulan. 

Menurut Yusniar, persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Namun ada Dimensi lain yang perlu diperhatikan yakni tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.”Indeks kedalaman kemiskinan mengindikasikan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin,” tuturnya.

”Secara sederhananya indeks keparahan kemiskinan ini adalah besaran biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan,” tambahnya.

Indeks Kedalaman Kemiskinan meningkat dari 0,847 pada Maret 2025 menjadi 1,028 pada September 2025. Indeks Keparahan Kemiskinan juga meningkat dari 0,210 pada Maret 2025 menjadi 0,317 pada periode September 2025.”Gambaran biaya untuk pengentasan kemiskinan menjadi lebih mahal karena semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan,” jelasnya.

Adapun faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Banten, pertama terjadi penurunan TPT pada periode Agustus 2024-Agusutus 2025 di wilayah perkotaan sebesar 0,47 persen poin, ”Sedangkan terjadi peningkatan di wilayah perdesaan sebesar 2,01 persen poin,” tuturnya.

Kemudian, proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan selama periode Agustus 2024-2025 dari 53,79 persen meningkat menjadi 54,88 persen atau naik 1,09 persen poin.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja disektor pertanian selama periode Agustus 2024-Agustus 2025 mengalami penurunan sebesar 27,08 ribu orang.

Lebih lanjut, faktor lainnya adalah inflasi pada bulan September 2025 di Wilayah kabupaten lebih tinggi daripada wilayah kota, dimana Kabupaten Pandeglang sebesar 0,21 persen dan Kabupaten Lebak sebesar 0,70 persen sedangkan wilayah Kota yaitu Kota Tangerang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,09 persen, Kota Cilegon mengalami inflasi sebesar 0,15 persen dan Kota Serang sebesar 0,11 persen.”Dan juga Ekonomi Banten pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 0,92 persen (q-to-q),” paparnya.(mam)

Kategori :