TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 1 Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga predikat Sekolah Adiwiyata. Ini sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup serta upaya menciptakan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.
Predikat Adiwiyata tersebut tidak hanya dipertahankan sebagai pencapaian administratif, tetapi dijadikan sebagai semangat bersama seluruh warga sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Dengan komitmen yang kuat dan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah, SMPN 1 Legok optimistis mampu mempertahankan predikat Adiwiyata sekaligus menjadikannya sebagai kekuatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kepala SMPN 1 Legok Nuraenun menegaskan, keberhasilan dan keberlanjutan program Adiwiyata tidak dapat dibebankan hanya kepada siswa. Menurutnya, tanggung jawab menjaga lingkungan sekolah merupakan kewajiban seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik.
“Program Adiwiyata ini bukan hanya milik siswa. Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab yang sama. Jika hanya siswa yang bergerak sementara guru dan pegawai tidak terlibat, maka program ini tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (2/2).
Ia menyampaikan, pihak sekolah terus berupaya memastikan program Adiwiyata berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai pembiasaan, penguatan regulasi internal sekolah, hingga integrasi nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam proses pembelajaran.
“Kami terus menjaga agar Adiwiyata ini tidak bersifat seremonial. Program ini harus hidup dan menjadi budaya di sekolah. Mulai dari kebersihan kelas, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sarana edukasi,” paparnya.
Nuraenun menjelaskan, SMPN 1 Legok secara rutin melakukan kegiatan kebersihan lingkungan, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta menjaga fasilitas sekolah agar tetap tertata dan ramah lingkungan. Seluruh warga sekolah juga didorong untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekolah.
“Kami selalu mengingatkan bahwa lingkungan sekolah adalah rumah kedua bagi siswa. Jika lingkungannya bersih dan sehat, maka proses belajar mengajar akan berjalan lebih nyaman dan efektif,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program Adiwiyata juga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa. Melalui pembiasaan peduli lingkungan di sekolah, diharapkan siswa dapat membawa nilai-nilai tersebut ke lingkungan rumah dan masyarakat.
“Adiwiyata ini bukan hanya soal mendapatkan predikat, tetapi tentang membentuk karakter siswa agar peduli terhadap lingkungan. Apa yang mereka biasakan di sekolah, kami harapkan bisa diterapkan di luar sekolah,” jelasnya.(ran)