TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG — Sebuah jembatan bambu yang menjadi akses vital warga di Kampung Sukamunclak, Desa Ranca Bango, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, hanyut terbawa banjir. Rusaknya jembatan ini berdampak besar bagi aktivitas warga setempat.
Video detik-detik runtuhnya jembatan tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, terlihat struktur jembatan yang terbuat dari susunan kayu mulai bergoyang tidak stabil.
Suara retakan kayu terdengar sangat jelas sebelum akhirnya bagian tengah jembatan patah dan jatuh ke area perairan yang dipenuhi tanaman eceng gondok.
”Aduh, palid (hanyut/rusak) jembatannya, guys. Jebol euy,” seru salah satu warga dalam video tersebut dengan nada panik sekaligus pasrah, dikutip Jumat (23/1).
Kondisi jembatan memang terlihat sudah cukup tua dan rapuh. Dugaan sementara, jembatan tidak kuat menahan beban dedaunan yang hanyut di aliran sungai yang makin besar karena curah hujan tinggi.
Beruntung, saat kejadian tidak ada warga yang tengah melintas di atas jembatan sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, ambrolnya jembatan ini berdampak besar bagi aktivitas warga setempat.
Kini, warga menggunakan rakit darurat untuk bisa menyeberang. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membangun kembali jembatan yang lebih layak dan permanen.
Informasi yang dihimpun wartawan, Camat Rajeg, Kapolsek Rajeg, dan Danramil Rajeg sudah turun langsung survei ke lokasi jembatan ambrol, Kamis, 22 Januari 2026.
Rencananya, Forkopimcam Rajeg dan jajaran akan melaksanakan korve (gotong royong) pada Sabtu mendatang.
Secara terpisah, Sekretaris Desa Ranca Bango Idris juga menyampaikan, sementara waktu warga menyeberang menggunakan rakit darurat.
”Nanti akan dibuatkan jembatan baru,” imbuhnya singkat. (zky)